|FF| You’re an Alien! Part 4 – I Will Always Love You

Title : You’re an alien! (Part 4) – I Will Always Love You

Author : Im Cho Sun

Genre : Romance, Comedy, Family

Rating : PG-15 / T

Length : Series/Chapter (Part 4 = 11 Pages)

 

Main Cast :

Cho Kyuhyun

Bok Sung Ah (OC)

Part 4
======================

-“Dulu disaat kita pertama kali bertemu kau lah yang pertama mengenaliku dan membuatku terlambat untuk menyatakan cintaku padamu karena kau terlanjur pergi sebelum aku sempat mengucapkan kata-kata suci itu. Tapi sekarang disaat pertemuan kita yang pertama setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu aku lah yang pertama  menemukanmu. Itu juga lah yang menjadi alasanku untuk langsung menyatakan dirimu sebagai milikku agar aku tidak mengalami penyesalan untuk yang kedua kalinya. Walaupun waktu telah sangat lama berlalu tapi hatiku tetap akan tertuju padamu. Dan aku pun akan berjanji untuk tidak akan pernah mengubah perasaanku tersebut selamanya. Walaupun waktu telah berhenti berjalan dan detik jam pun telah berhenti berputar perasaanku akan tetap sama. Aku akan terus mencintaimu selamanya…”-Cho Kyuhyun

 ======================

 

Author’s POV

Flashback On

26 November 2013 @  Seoul’s Graveyard

 

Sore hari yang terlihat cukup mendung tidak membuat kegiatan seorang gadis yang sedang berdiri menghadap dua buah batu nisan hitam  menghentikan kegiatannya. Dia menatap potret orang di dalam  sebuah bingkai foto yang di letakkan di depan nisan itu dengan sebuah senyum kerinduan yang sangat mendalam. Terlihat beberapa bouquet bunga lily berada didepan kedua batu nisan yang terukir nama Bok Sung Hwa dan Park Min Ji disana. Dengan perlahan Sung Ah pun mulai membuka bibir mungilnya untuk menceritakan hal apa saja yang telah terjadi padanya.

Hal itu memang sudah menjadi sebuah kebiasaan bagi Sung Ah. Sebulan sekali dia akan mendatangi makam kakak dan neneknya untuk menceritakan hal apa saja yang terjadi padanya sebulan terakhir.

 

Oppa… Halmeoni… Apa kabar? Apakah kalian baik-baik saja disana? Aku datang lagi bulan ini. Apakah aku membuat kalian menunggu terlalu lama?”Ucap Sung Ah sambil menarik sedikit ujung bibirnya membuat sebuah senyum pahit.

“Sepanjang bulan November ini banyak sekali hal yang terjadi padaku. Diawal November kemarin novelku menjadi best seller! Apa kalian tahu? Aku sangat bahagia waktu itu. Karena novelku yang best seller itu lah akhirnya aku bisa membeli berbagai barang yang aku inginkan.”

“Ah iya, sekarang… Aku mempunyai seorang namjahinggu. Apakah kalian terkejut? Aku juga kaget saat dia memintaku menjadi yeojachinggu-nya. Anni! Dia bukan memintaku tapi dia memaksaku! Hmm, meskipun itu adalah sebuah bentuk pemaksaan, sebenarnya aku juga ‘sedikit’ rela dia mengambil jabatan sebagai seorang namjachinggu di hatiku. Apakah aku sudah terlihat dewasa sekarang? Kekeke~”

 “Hmm, hari ini aku tidak bisa lama-lama mengunjungi kalian karena aku harus mencari resep masakan baru untuk namjachinggu-ku. Dia itu benar-benar seperti anak kecil! Dia sangat tidak menyukai semua makanan yang mengandung sebuah benda bernama sayuran di dalamnya. Untung saja aku bisa menemukan berbagai macam makanan yang bisa aku masakkan untuknya, jadi dia bisa memakan makanan sehat setiap hari.”Kekeh Sung Ah kecil.

 “Oppa… Halmeoni… Bogoshiposeo…”Gumam Sung Ah dan tidak beberapa lama kemudian beberapa tetes air mata pun mengalir di pipinya.

“Hmm, kurasa hari ini sudah cukup. Aku akan mengunjungi kalian lagi nanti! Annyeong Oppa, Halmeoni~”Ujar Sung Ah lalu memberikan senyuman termanis yang dia miliki. Dengan perlahan dia pun mulai beranjak untuk meninggalkan tempat itu. Tapi saat baru saja beberapa langkah dia menggerakkan kakinya, seorang pria paruh baya memanggil namanya.

“Apakah kau Bok Sung Ah?”Ujar seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan Sung Ah.

“A… Anda siapa?”Tanya Sung Ah bingung.

“Kau… Benar-benar Sung Ah anak Lee Jung Ae?”

“Siapa Anda?!”Ucap Sung Ah dengan sinisnya.

“A… Aku kakekmu Sung Ah-ya!! Aku Lee Jung Sook! Ayah dari ibumu!!”

Mworaguyeo? Harabeoji? Kau bilang kau kakekku? Atas dasar apa Anda menyatakan diri Anda sebagai seorang kakek disaat Anda telah meninggalkan cucu Anda sendiri menderita selama ini!”

“Sung Ah-ya… Kakek minta maaf mengenai—”

“Jika memang benar Anda adalah ayah dari Lee Jung Ae, maka jangan pernah menemuiku lagi!!”Teriak Sung Ah.

“Su… Sung Ah-ya… Kenapa kau bicara seperti itu?”

“Kalau aku boleh bicara jujur, aku sangat membenci kakek! Kemana saja kakek ketika aku membutuhkan seseorang sebagai sandaran untuk bertahan hidup?! Apakah kakek tahu seberapa menderitanya aku karena ditinggal oleh Appa dan Eomma? Ditambah lagi dengan kematian halmeoni dan Sung Hwa Oppa… Apakah itu tidak menggerakkan sedikit saja hati nurani kakek untuk merawatku eoh?”Ucap Sung Ah sambil menggigit kecil bibirnya untuk menahan air mata yang hampir jatuh.

Mianhae Sung Ah-ya! Kakek benar-benar minta maaf!! Waktu itu kakek sungguh tidak tahu dengan apa yang terjadi di dalam keluargamu!”

“Tidak tahu?!! APA MAKSUD KAKEK DENGAN TIDAK TAHU?!!!!!”Teriak Sung Ah dengan mata yang sudah merah karena amarah. Dia masih belum bisa memaafkan orang-orang yang membuatnya menderita selama ini.

“Ceritanya panjang Sung Ah-ya… Ayo kita pindah tempat dulu dan kakek akan menceritakan semuanya padamu. Eotte?”

“Untuk apa?! Apakah itu semua akan mengubah hidupku?!”

“Tentu saja! Cerita kakek nanti pasti akan mengubah hidup serta pemikiranmu mengenai keluarga kita!! Kajja! Kau tidak ingin kan pertengkaran kita dilihat oleh nenek dan juga kakakmu?”Sung Ah pun berpikir sejenak mengenai perkataan kakeknya itu. Dan dengan perlahan dia pun mulai melangkahkan kakinya mengikuti kemana kakeknya pergi.

 

Setelah kurang lebih sepuluh menit meninggalkan kawasan pemakaman, kakek Sung Ah pun menuju ke sebuah kursi taman yang ada di atas bukit dekat pemakaman tadi. Dengan langkah yang sudah tidak kuat lagi dia berjalan mendekati kursi bercat putih itu lalu duduk di atasnya dengan perlahan.

 

“Duduklah dulu…”Ucap kakeknya.

“Sebenarnya apa yang ingin kakek katakan padaku?”

“Hmm… Kau sama persis seperti ibumu. Tidak pernah sabaran menunggu penjelasan seseorang.”

“Sudahlah, langsung ke pokok pembicaraan saja!”Ucap Sung Ah dengan dinginnya. Mendengar ucapan yang kasar dari cucu satu-satunya itu, Lee Jung Seok, kakek Sung Ah pun hanya menganggukkan kepalanya. Dia sangat memaklumi perbuatan Sung Ah tadi mengingat seberapa berat dia menjalani hidupnya selama ini.

“Baiklah… Aku mengerti. Ceritanya berawal disaat ibumu, Jung Ae kabur dari rumah karena tidak menyetujui rencana perjodohan yang kakek buat waktu itu.”

“Seharusnya kakek membatalkan perjodohan itu!”Potong Sung Ah.

“Mulai sekarang biasakanlah untuk mendengarkan ucapan seseorang sampai selesai Sung Ah-ya!”

“Apa kau tahu? Karena tidak mendengarkan penjelasan kakek secara lengkaplah yang membuat ibumu kabur dari rumah.”Lanjut kakek Sung Ah.

“Dulu saat dia tahu bahwa dia akan di jodohkan dengan salah satu anak dari teman kakek, dia sangat tidak menyetujui rencana itu. Tapi sehari sebelum kami memutuskan untuk membahas perjodohannya dia kabur dari rumah. Setelah menyelidiki penyebabnya, ternyata dia salah mendengar informasi dari petugas rumah tangga yang dulu bekerja dengan kami.”

“Pelayan itu mengatakan kalau dia akan dijodohkan dengan salah satu anak dari teman kakek. Tapi pelayan itu menambahkan jika perjodohan itu HARUS dilakukannya tanpa ada alasan apapun dan kami, kakek serta nenekmu, telah menentang hubungannya dengan ayahmu yang waktu itu merupakan namjachinggu-nya. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah kami merencanakan perjodohan itu karena tidak tahu jika dia telah mempunyai seorang namjachinggu. Dan jika dia tidak menyetujui perjodohan itu dia bisa menolaknya. Seperti yang kakek katakan tadi dia terlanjur melarikan diri dan hilang begitu saja.”

“Lalu kenapa kalian tidak mencarinya?”Tanya Sung Ah berusaha menggali lebih dalam lagi kejadian apa yang menimpa ibunya.

“Kami sudah mencarinya kemana-mana bahkan menggunakan detektif tapi kami tidak bisa menemukan ibumu. Ternyata saat itu ibumu pergi ke luar negri selama tiga tahun. Kakek saja baru mengetahuinya beberapa waktu yang lalu.”

“Ah iya… Sung Ah-ya… Apakah kau sudah tahu mengenai ayahmu?”Tanya kakek Sung Ah.

“Tidak. Aku tidak mengetahui apa-apa mengenainya karena memang aku tidak mau mencari tahu apapun mengenai orang jahat itu!”Ucap Sung Ah dengan begitu dinginnya saat mengingat kembali kilasan masa lalunya yang ditinggalkan oleh Appa-nya.

“Jangan berbicara sekasar itu mengenai orang yang sudah meninggal…”Balas kakeknya dan langsung saja membuat Sung Ah menolehkan kepala ke kakeknya.

M-Mwo? Appa sudah meninggal?!”

Ne… Dia sudah meninggal 5 tahun yang lalu karena penyakit liver yang dideritanya.”

“Li… Liver? Setahuku dia tidak memiliki riwayat penyakit liver sepanjang hidupnya. Sejak kapan dia menderita penyakit seperti itu?!”

“Sudah lama sekali… Mungkin saat umurmu baru lima belas tahun. Dia, bersama ibumu berusaha keras untuk mengobati penyakit Appa-mu itu. Dan apakah kau tahu? Penyakit Appa-mu itu di picu oleh operasi yang pernah dilakukannya untuk mendonorkan seperempat hatinya?”

“Ke… Kenapa aku bisa tidak tahu mengenai hal itu? Memangnya siapa yang membuatnya harus mendonorkan seperempat hatinya?”Tanya Sung Ah shock karena mendengar penuturan kakeknya itu.

“Orang itu adalah kau Sung Ah-ya…”

Mwo? Naega?!”

Ne… Dulu saat kau berumur tiga tahun kau menjalani operasi transplantasi hati karena saat dilahirkan hatimu belum terbentuk dengan sempurna. Walaupun sudah dari lahir hatimu seperti itu tapi  dampaknya baru terjadi tiga tahun kemudian. Kakek sangat mengetahui kondisimu saat itu karena kakeklah yang mengoperasimu Sung Ah-ya….”

“Mwo? Arrgghh! Kepalaku sakit! Kenapa keluargaku menyimpan begitu banyak rahasia eoh? Kenapa mereka tidak menceritakannya saja padaku?!!”

“Itu semua karena mereka tidak ingin kau sedih Sung Ah-ya… Kau ingatkan betapa sayangnya kakakmu padamu? Selain karena dia memang sangat menyayangimu, itu dia lakukan karena Eomma dan Appa mu yang menyuruhnya untuk menggantikan kasih sayang yang tidak bisa mereka berikan padamu karena sibuk mencari uang untuk membiayai kebutuhan keluarga dan juga pengobatan ayahmu.”Jelas kakek Sung Ah.

“Bagaimana? Mereka tidak seburuk seperti apa yang kau pikirkan kan?  Sebenarnya mereka sangat menyayangimu tapi mereka terpaksa melakukannya. Karena apa yang telah dilakukan oleh Appa dan Eomma mu, Appa mu pun bisa bertahan sampai sekitar empat tahun sejak penyakit itu di deritanya karena waktu itu Appa-mu dipecat dari pekerjaannya jadi pengobatan yang dijalaninya tidak sebagus dengan pengobatan yang dilakukannya setelah menjalani operasi. Jika saja kakek tahu mengenai keadaan Appa-mu waktu itu pasti kakek akan membantunya. Sayangnya setelah meminta tolong untuk operasi mu waktu itu Eomma dan Appa-mu tidak pernah lagi datang menemui kakek. Padahal kakek sudah menceritakan yang sebenarnya pada Eomma-mu menganai perjodohan itu. Waktu itu dia mengatakan kalau dia ingin hidup mandiri bersama suaminya. Karena tidak ingin melihat Eomma-mu marah lagi, kakek pun mengizinkannya untuk tinggal terpisah dengan kakek dengan catatan jika dia membutuhkan bantuan dia bisa langsung memberitahu kakek. Tapi sepertinya Eomma-mu masih belum berubah waktu itu, dia masih saja keras kepala. Beberapa hari sebelum Appa-mu meninggal, Eomma-mu datang ke rumah kakek untuk meminta bantuan kepada kakek agar mau menolong Appa-mu. Tapi disaat kakek melihat kondisi Appa-mu, itu sudah terlambat, Appa-mu tidak bisa di selamatkan lagi.”

“Ternyata sifat keras kepala yang aku miliki berasal darinya… Eomma sekarang kau ada dimana?”

Eomma-mu… Sekarang dia sedang berada di luar negri. Dia sedang mengejar S2 nya di Stanford University jurusan kedokteran. Apa kau tahu? Semua keluarga kita memiliki profesi dibidang kesehatan. Eomma-mu adalah seorang dokter saraf dan kakek adalah seorang dokter bedah umum.”

“Kenapa Eomma tidak mau memberitahukan pekerjaannya yang sebenarnya padaku? Dulu disaat aku mendapatkan tugas menuliskan biodata di sekolah dasar, Eomma memberitahukanku untuk menuliskan cleaning service sedangkan Appa sebagai pengantar susu dan koran di kolom pekerjaan orang tua.”

“Mereka melakukannya agar hidup kalian menjadi lebih sederhana. Mereka tidak ingin kalian hidup dengan bergelimangan harta dan membuat kalian menjadi orang yang sombong.”

“Tapi karena mereka melakukannya nyawa Sung Hwa Oppa melayang karena terlambat menjalani pengobatan…”

“Tidak… Kau salah Sung Ah-ya… Pengobatan Oppa-mu tidak terlambat sama sekali.”

Mwo? Apa maksud kakek? Aku tahu persis apa yang terjadi pada Sung Hwa Oppa karena aku juga ikut dalam pengoperasiannya waktu itu.”

AnniOppa-mu meninggal karena terjadi pendaharan di otaknya. Selain itu ternyata otaknya juga telah mengalami pembengkakan.”

“Kenapa pihak rumah sakit tidak memberitahukanku mengenai hal itu?”

“Kakek yang melarang mereka melakukannya. Sebelumnya kakek minta maaf karena dulu kakek berpikir bahwa dengan memberitahumu akan memperpanjang urusan. Tapi ternyata kakek salah. Coba saja kakek waktu itu datang menemuimu dan menceritakan semuanya padamu. Pasti kau tidak akan membenci kedua orang tuamu sampai separah ini. Kakek minta maaf Sung Ah-ya…”

“Hmm, gwenchana…. Aku mengerti kenapa kakek melakukannya… Tapi kenapa kakek waktu itu bisa memerintahkan pihak rumah sakit untuk tidak memberitahukanku yang sebenarnya?”

“Itu… Nanti kau akan tahu dengan sendirinya Sung Ah-ya. Kita jalani saja ini sedikit demi sedikit sampai semua pertanyaan di dalam dirimu terjawab dengan sendirinya. Ah iya. Dimana kau tinggal sekarang?”

“Aku… Aku tinggal di sebuah apartemen kecil.”

“Apartemen? Dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli sebuah apartemen?”

“Ahh itu… Aku bekerja sebagai seorang penulis novel. Dan beberapa dari bukuku menjadi best seller jadi aku bisa membeli apartemen dari hasil penjualan bukuku itu.”

“Jadi kau tidak menggunakan uang yang dikirimkan ibumu?”

“Uang? Uang apa maksudnya?”

“Kau tidak tahu? Eomma-mu kan setiap bulan mengirimkan dua juta won ke dalam tabunganmu.”

Mwo? Dua juta won perbulan?! Apakah dia mengirimkannya ke rekening lamaku? Aigo~ Aku ini memang benar-benar bodoh!”

“Sudahlah tidak usah menyalahkan dirimu sendiri Sung Ah-ya… Yang jelas sekarang kau tahu bahwa di dunia ini masih ada orang yang menyayangimu.”Ujar kakek Sung Ah dan membuat Sung Ah menarik ujung bibirnya sedikit demi sedikit membentuk sebuah senyuman manis untuk kakeknya.

“Dimana apartemenmu itu berada?”

“Apartemenku bukan sebuah apartemen yang bagus.”

Gwenchana… Setiap orang itu harus memulai kehidupannya dengan penuh perjuangan terlebih dahulu.”

“Apartemenku ada di Songhi’s Apartement Building.“

Mwo apartemen Songhi yang ada di seberang apartemen Flower itu?”

Ne… Apakah kakek tahu?”

“Tentu saja kakek tahu karena kakek tinggal di apartemen Flowers, di depan apartemenmu! Aigo~ Kenapa kakek tidak pernah melihatmu?”

“Mungkin itu karena aku sangat jarang pergi keluar. Tapi kakek benar-benar tinggal disana?”

Ne! Walaupun kakek selalu pergi pagi dan pulang larut malam tapi kakek mengenal orang-orang yang tinggal di sekitar apartemen kakek. Bahkan kakek mengenal penjaga keamanan apartemenmu! Aigo~ Sung Ah-ya, apakah karena pengalaman pahitmu yang membuatmu susah untuk bersosialisasi?”

“Bisa dibilang begitu… Tapi aku sadar sekarang. Benar yang dikatakan Sung Hwa Oppa dulu. Dibalik semua masalah pasti akan ada sesuatu yang mengikutinya yang bahkan tidak bisa kita bayangkan sebelumnya.”

“Ah iya! Bagaimana kalau kau tinggal di rumah kakek? Selain apartemen yang kakek katakan tadi, kakek juga mempunyai sebuah rumah di gangnam. Eotte?”

“Hmm, nanti saja. Untuk sekarang aku masih nyaman tinggal di apartemenku yang kecil. Lagi pula jika aku pindah aku akan melalui jalan yang lebih jauh untuk pergi ke Seoul International Hospital. Ada temanku yang sakit disana.”

“Seoul International Hospital? Itukan rumah sakit tempat kakek bekerja! Kalau kau tingga bersama kakek, kau bisa ikut dengan kakek kalau ingin ke sana.”

Mwo? Kakek bekerja disana? Woah~ Itukan rumah sakit terbaik di Korea. Ternyata kakek adalah orang yang hebat!”

“Kakek tidak sehebat seperti apa yang kau pikirkan Sung Ah-ya! Ah iya, memangnya siapa temanmu itu? Apakah dia namjachingu-mu?”

Ne? A… Anniya!!”

“Kenapa pipimu memerah eoh? Jadi benar kau sudah mempunyai namjachinggu? Aigo~ ternyata cucu kakek sudah besar rupanya!”

Harabeoji!! Hentikan itu!”

“Kekeke~ Ne, ne… Arasseo… Hmm, sudah jam enam sore. Ayo, kakek antarkan pulang.”

“Tidak usah. Lagi pula aku juga ingin pergi ke suatu tempat dulu.”

“Memangnya kau mau kemana?”

“Hmm, aku ingin membeli bahan-bahan untuk membuat brownies sayuran.”

“Brownies sayuran? Untuk siapa? Apakah untuk namjachinggu-mu?”Tanya kakek Sung Ah menebak. Dan tidak lama kemudian Sung Ah pun menganggukkan kepalanya beberapa kali sambil tersenyum malu.

“Ahh… Begitu rupanya. Tapi coklat tidak terlalu bagus untuk beberapa penyakit.”

“Aku juga tahu itu. Tapi berhubung hanya terjadi sedikit retakan saja di kaki kanannya jadi aku boleh memberikan apapun padanya. Benarkan?”

“Ohh… Ne, ne. Kalau begitu kau boleh memberikannya coklat.”

“Ya sudah, ayo kita turun ke bawah! Kakek akan mengantarkanmu sampai di depan gerbang pemakaman.”Ajak kakek Sung Ah lalu mulai bangkit dari duduknya.

Ne…”Jawab Sung Ah lalu mulai mengikuti langkah kakeknya.

“Harabeoji… Aku menyayangimu!”Ucap Sung Ah dalam hati sambil tersenyum bahagia menatap kakeknya.

 

FLASHBACK OFF

28 November 2013 @ JS Hospital

Sung Ah’s POV

 

Setelah sepuluh menit berjalan kaki di tengah kota Seoul yang padat, aku pun akhirnya sampai di rumah sakit terbaik di Korea Selatan ini. Kedatanganku ke sini bukanlah untuk menjemput Kyuhyun yang akan pulang dari rumah sakit tapi untuk menemui harabeoji-ku yang dua hari lalu aku temui di pemakaman Sung Hwa Oppa. Jelas sekali di dalam ingatanku kakek mengatakan kalau dia bekerja disini. Aku benar-benar tidak menyangka kalau ada diantara anggota keluargaku yang memiliki profesi sehebat ini. Hmm, kalau tidak salah kakek mengatakan padaku kalau dia adalah seorang dokter bedah, semoga saja dia tidak sibuk mengurusi pasien hari ini.

Saat aku memasuki rumah sakit aku pun langsung menuju ke meja informasi untuk bertanya apakah kakek ada atau tidak.

 

“Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?”Tanya petugas informasi itu.

“Aku ingin bertemu dengan dokter Lee Jung Seok. Beliau adalah seorang dokter bedah di rumah sakit ini. Apakah beliau ada?”

“Maaf, tapi apakah Anda sudah membuat janji?”

“Aku cucunya.”Jawabku dan petugas itu pun terlihat sedikit terkejut saat mendengar kalau aku adalah cucu dari dokter Lee Jung Seok. Memangnya kenapa? Apakah karena aku baru datang mengunjunginya setelah 23 tahun hidupku yang membuat petugas itu terkejut? Memangnya sudah berapa lama kakek bekerja di rumah sakit ini?

“Tunggu sebentar nona…”Jawab petugas itu lalu menelepon seseorang.

“Beliau memang sudah menunggu Anda dari tadi. Ruangan dokter Lee Jung Seok ada di lantai lima bangunan ini. Anda bisa menaiki lift itu.”Ucapnya lalu menunjuk ke deretan lift yang ada di sebelah kanan meja informasi. Tapi itukan lift untuk pasien dan petugas saja. Apa mungkin karena aku cucu dari dokter yang bekerja disini jadi aku bisa menggunakan lift? Hmm… Inilah yang tidak aku sukai dari koneksifitas, memperoleh kemudahan dengan cara yang salah.

“Kalau aku menggunakan elevator aku harus lewat mana?”

“Eh? Elevator? Nona bisa lewat sini. Setelah sampai di lantai lima belok kanan saja dan berjalan lurus sampai ke ujung. Disana ruangan dokter Lee Jung Seok.”

“Oh… Baiklah. Ah iya! Aku hampir lupa! Bisakah kalian memberikan ini kepada pasien di kamar 238? Hari ini dia akan keluar dari rumah sakit.”Ucapku sambil memberikan sebuah bungkusan yang dari tadi aku tenteng di tangan kananku.

“Maksud nona, Tuan Cho Kyuhyun?”Tanya petugas itu setelah melihat data pasien yang ada di rumah sakit itu.

Ne… Aku temannya. Tolong berikan ini padanya”

“Ba… Baiklah…”

Kamshamnida!!”Ucapku lalu mulai melangkahkan kakiku meninggalkan meja informasi tadi. Hahh~ Kenapa ruangan kakek jauh sekali eoh? Aigo~

 

Setelah hampir sepuluh menit waktu yang aku habiskan untuk menaiki tangga elevator rumah sakit ini. Akhirnya aku pun sampai di depan sebuah ruangan berpintu kayu besar dan kokoh. Aneh, kenapa pintunya bagus sekali? Apakah aku salah ruangan? Hmm, sebaiknya aku bertanya dulu pada salah satu petugas yang ada di sekitar sini. Mungkin saja mereka mengetahui keberadaan kakekku. Seperti kata pepatah, ‘Malu bertanya, Malu pula yang di dapat’. Aku tidak mau mukaku sampai memerah karena membuka pintu yang tidak ada kakekku di dalamnya. Apalagi jika ada orang yang tidak kukenal disana! Maldo andwae!

 

“Permisi… Apakah dokter tau dimana dokter Lee Jung Seok berada?”Tanyaku pada seorang namja yang berjas putih. Dari penampilannya saja aku sudah tahu kalau dia adalah seorang dokter.

“Dokter Lee Jung Seok? Bukankah dia baru saja masuk ke dalam?”Ujar dokter muda itu sambil menunjuk ke arah pintu megah yang tadi ingin aku masuki. Apakah kakek sedang menemui atasannya?

“Ahh… Jeongmalyo? Kamshamnida!”Ucapku lalu segera berterima kasih kepada dokter itu. Hmm… Bagaimana ini? Tidak mungkin kan aku akan mengganggu pembicaraan kakek dengan atasannya? Maldo andwae!! Hah~~ Sebaiknya aku menunggu sampai kakek keluar saja!

 

Dengan segera aku pun mendudukkan diriku di atas sebuah kursi rumah sakit yang berada di sebelah ruangan itu. Cukup lama aku menunggu. Dua puluh menit? Tiga puluh menit? Haahh~~~ Aku sudah mengantuk sekarang. Dan perlahan namun pasti kedua kelopak mataku pun mulai terpejam sedikit demi sedikit.

 

Kyuhyun’s POV

 

“Aku bosann!!!!!!”Teriakku sambil menatap layar TV yang sedari tadi menyala menampilkan Shindong Hyung di salah satu variety show yang di bintanginya. Aish~ Ige jeongmalyeo!! Kenapa aku harus pulang sore nanti jika sekarang aku sudah bisa melakukannya eoh? Dasar para ahjusshi itu! Memangnya mereka kira rumah sakit itu penitipan anak kecil apa? Seenaknya saja menunda kepulanganku karena jadwal mereka yang padat! Apakah mereka tidak tahu seberapa bosannya aku disini? Apalagi hari ini Sung Ah tidak bisa menjengukku. Aish!!!!

“Aku ingin jalan-jalan saja!”Ujarku lalu segera mengambil sepasang tongkat kaki yang telah beberapa hari lalu aku gunakan.

 

Aku berjalan dengan agak pelan di koridor rumah sakit karena memang belum terlalu terbiasa menggunakan tongkat kaki ini. Tapi kemana aku akan menuju? Hmm… Aku… Akan ke taman saja! Ya, aku akan berjalan-jalan sebentar di taman lalu membeli satu kaleng minuman jeruk di mesin minuman. Hmm… Sepertinya ide itu tidak terlalu buruk.

Sekarang aku sudah berdiri di depan lift yang cukup besar untuk memasukkan sebuah ranjang pasien kedalamnya. Tentu saja ada lift seperti itu disini karena ini adalah rumah sakit. Benarkan?

 

“Hmm, bagaimana kalau aku lewat tangga elevator saja?”Gumamku saat tidak sengaja melihat sebuah tangga elevator yang ada di dekat lift. Tapi apakah tidak terlalu melelahkan mengingat sekarang aku berada di lantai lima rumah sakit ini? Apalagi sekarang aku sedang memakai tongkat kaki. Tapi… Why not? Mungkin aku akan mendapatkan pemandangan yang bagus nanti. Benarkan?

 

Perlahan namun pasti aku pun mulai menggerakkan tongkat kaki yang aku pakai dan melangkahkan kaki kiriku yang tidak terluka. Saat aku sudah berada tepat di depan tangga elevator seorang perawat menghentikan langkahku yang baru saja akan menuruni tangga elevator.

 

“Tuan, Anda mau kemana?”Tanya perawat yang sedang memeluk beberapa dokumen di dadanya.

Naega? Aku ingin turun.”Jawabku dengan wajah sepolos mungkin. Mungkin saja dia akan langsung membiarkan aku pergi.

“Anda tidak boleh menggunakan tangga elevator, Tuan. Itu sangat berbahaya. Sebaiknya Anda menggunakan lift yang ada di sana.”Jelasnya sambil menunjuk lift yang akan aku naiki tadi. Huhh~ Padahal aku ingin menempuh jalan yang lebih panjang untuk turun. Tapi tunggu dulu! Itu… Wanita yang sedang duduk di ujung koridor ini. Dia terlihat seperti Sung Ah! Apakah itu benar-benar Sung Ah?!

“Begitukah? Kalau begitu aku minta maaf!”Ujarku dan langsung meninggalkan perawat itu menuju tempat seorang yeoja yang sangat mirip dengan Sung Ah. Setelah aku semakin dekat dan dekat ternyata yeoja yang sedang tidur sambil duduk itu memang benar-benar Sung Ah!

“Aigo~ Tadi dia mengatakan tidak akan menjemputku! Aish, yeoja ini!”Gerutuku dalam hati lalu mulai duduk di sebelahnya.

“Tapi kenapa dia bisa tertidur disini?”Tanyaku dalam hati. Perlahan namun pasti jari-jariku pun mulai merapikan rambutnya yang telah menutupi wajahnya. Sudah berapa lama dia tidur disini eoh?

Yeppeuda~”Gumamku saat melihat wajah cantiknya yang sedang tertidur.

Sung Ah-ya… Apakah sampai sekarang kau belum bisa mengingatku? Enam tahun… Apakah waktu 6 tahun telah membuatmu melupakanku? Dulu disaat kita pertama kali bertemu kau lah yang pertama mengenaliku dan membuatku terlambat untuk menyatakan cintaku padamu karena kau terlanjur pergi sebelum aku sempat mengucapkan kata-kata suci itu. Tapi sekarang disaat pertemuan kita yang pertama setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu aku lah yang pertama  menemukanmu. Itu juga lah yang menjadi alasanku untuk langsung menyatakan dirimu sebagai milikku agar aku tidak mengalami penyesalan untuk yang kedua kalinya. Walaupun waktu telah sangat lama berlalu tapi hatiku tetap akan tertuju padamu. Dan aku pun akan berjanji untuk tidak akan pernah mengubah perasaanku tersebut selamanya. Walaupun waktu telah berhenti berjalan dan detik jam pun telah berhenti berputar perasaanku akan tetap sama. Aku akan terus mencintaimu selamanya…”Ucapku dalam hati sambil menatap wajahnya. Dengan perlahan tanganku pun mulai mengusap-usap lembut puncak kepalanya untuk membuatnya menjadi lebih nyaman.

 tumblr_mdftfli3nI1ra6e0yo1_500

“Ehem!! Ehem!!!”Deham seseorang dan sontak membuat aku terlonjak kaget dari kegiatanku yang sedang memperhatikan wajah yeojachinggu-ku tadi. Sedangkan Sung Ah pun langsung terbangun dan menyusulku untuk berdiri.

Ha… Harabeoji!”Ujarnya saat melihat seorang dokter yang sudah tidak asing lagi di mataku sedang berdiri di depan kami.

Harabeoji?!!!”Ucapku kaget.

Neo?!”Tanyanya kaget sambil menunjuk ke arahku saat baru menyadari keberadaanku. Sebenarnya kau itu siapa Bok Sung Ah?! Kenapa kau bisa mengenal pemilik dari Seoul International Hospital sekaligus pemilik yayasan Seoul International University eoh

 

To Be Continued…

Advertisements

9 thoughts on “|FF| You’re an Alien! Part 4 – I Will Always Love You

  1. Kkkk~ sung ah polos bgt… knp dy hrs hdp susah pdhal kluarganya hdp brkecukupan … Itulh knp dy mnderita sndr dg prsepsi dy … Smg dy bhgia stlh ini …. Makin seru eon …. Fighting

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s