|FF| Milky Way Love Story Part 13 – C omeback Please

Title : Milky Way Love Story Part 13 – Comeback Please

Author : Im Cho Sun

Genre : Romance, Comedy, Family, Fantasy, Friendship

Length : Chapter/Series (Part 13 : 13 Pages)

Rating : PG-15

Main Cast :
Cho Kyuhyun
Bok Sung Ah a.k.a Milk (OC)

Suppot Cast :
Kim Seulmi (OC)
Bok Hwa Jung (OC)
Kim Jae Sook (OC)
Super Junior’s Members

Disclaimer :

This FF is MINE!!!

Yey! Yey! Yey! Akhirnya Part ini selesai juga *loncat-loncat kegirangan.

Mianhae untuk segala typo dan kegajean cerita dibawah hehehe. Sebenarnya author ini emang terlalu somplak untuk membuat cerita yang baik. Dan beginilah hasilnya, ceritanya makin ancur membahana Hghghg 😀 😀

Tapi, walaupun begitu, author akan tetap mengatakan dengan bangga, HAPPY READING ALL!!! *bow-bow*

 

Part 13

*******
“Sung Ah-ya… Mianhae… Aku tidak bisa selalu menemanimu. Jika aku tidak ada disampingmu, apakah kau akan kesepian? Maafkan aku… Aku benar-benar ingin menjadi orang pertama yang akan kau lihat ketika kau sadar nanti. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun aku tidak tau kapan kau akan bangun, tapi percayalah kalau aku akan selalu menunggumu.” – Cho Kyuhyun

“Walaupun aku tidak mau mengakuinya tadi tapi sepertinya ucapan namja itu memang benar. Aku menghubunginya karena aku merindukannya. Dan itu artinya aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Benarkan? Ah~ Kenapa rasanya dunia ini begitu indah? Mungkinkah ini adalah rasa cinta yang sebenarnya?” – Milk

*******

 

April, 10th 2012 – 14.24 PM

At Asklepios Klinik Barmbek Hospital

Kyuhyun’s POV

 

Sudah tiga jam aku berada disini menunggui Sung Ah tapi sayang, matanya masih belum terbuka juga. Sekarang aku hanya berdua saja diruangan ini bersama Sung Ah. Eomma, Appa, dan Eonni-nya sedang mengurus dokumen-dokumen untuk memindahkan Sung Ah ke rumah sakit di Seoul. Sedangkan Hae Ni dan Yong Hwa tengah kembali ke Hotel tempat kami menginap untuk mengemasi barang-barang kami yang ada disana karena sebenarnya hari ini adalah hari dimana kami harus pulang dari Jerman.

Dengan menatap wajahnya yang sedang tertidur sekarang benar-benar membuat hatiku sakit. Kenapa wajahnya begitu tenang eoh? Dimana ekspresi kesal yang Ia lakukan ketika aku menjahilinya? Dan… Telah hilang kemana senyumannya yang bisa membuat orang-orang disekelilingnya bahagia? Dengan perlahan aku pun mengusap puncak kepalanya lembut. Aku melakukannya hanya untuk memberitahu kalau aku ada disini untuknya. Sung Ah-ya, cepat bangunlah dan kembalilah tersenyum seperti biasanya eoh?

Dan tidak beberapa lama kemudian ponselku pun berdering menampilkan nama Sungmin Hyung dilayarnya. Dengan segera aku pun mengangkat panggilan telepon dari Hyung ku ini.

 

“Yeoboseyo hyung?”Ucapku.

“Eoh, Kyuhyun-ah… Jam berapa kau akan sampai di Korea nanti?”Tanyanya dan membuatku menghelakan nafasku sejenak.

“Mianhae hyung, aku tidak bisa pulang dulu….”

“Mwo? Waeyo? Apakah telah terjadi sesuatu?”

“Sung Ah… Kemarin penyakitnya kambuh dan baru semalam Ia menjalani operasi perbaikan katup jantung. Dan, sampai sekarang dia masih belum sadar juga. Aku… Masih ingin bersamanya disini.”

“Perbaikan katup jantung? Bagaimana bisa Sung Ah menderita penyakit seperti itu eoh? Hmm… Aku mengerti, tapi kau tidak bisa selamanya ada disana Kyuhyun-ah. Tiga hari lagi kita sudah harus memulai schedule kita. Kau tidak bisa meninggalkan tanggung jawabmu begitu saja.”

“Ne, nan arra… Besok aku akan langsung pulang ke Seoul. Tapi tolong, hari ini izinkan aku untuk berada disisi Sung Ah… Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Aku tidak ingin dia merasa kesepian dihari yang istimewa ini. Bisakah?”

“Arasseo… Tapi kau benar-benar harus segera pulang besok! Dan juga aku turut prihatin dengan kondisi Sung Ah sekarang. Aku harap dia akan segera siuman…”

“Ne, gomaweo hyung. Itu juga adalah harapan terbesarku sekarang. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ne?”

“Ne, ne… Annyeong…”Ucap Sungmin hyung lalu memutuskan sambungan telepon kami. Kau dengarkan Sung Ah-ya? Sungmin hyung, yang sangat kau kagumi melebihi namjachingumu sendiri itu pun mengharapkan agar kau bisa cepat sadar. Jadi kumohon berjuanglah…

 

Saat aku sedang menggenggam erat tangan Sung Ah sambil menatap wajahnya sendu, tiba-tiba pintu ruangan ini pun terbuka dan masuklah Eomma, Appa, serta Eonni Sung Ah yang sepertinya tidak membawa berita yang terlalu baik.

 

“Eommonim… Eotteyo? Kapan Sung Ah bisa pindah ke rumah sakit di Seoul?”Tanyaku sambil beranjak dari tempat dudukku untuk menyambut kedatangannya.

“Staff tadi mengatakan kalau Sung Ah baru bisa pindah secepat-cepatnya satu minggu lagi.”

“Ne? Selama itukah?”

“Hmm, karena ini adalah kepindahan internasional, jadi prosesnya membutuhkan waktu agak lama.”Balas Seulmi, Eonni Sung Ah, sambil menatap wajah adiknya sedih.

“Apakah mereka sudah memberitahukan kemungkinan kapan Sung Ah akan sadar?”

“Anniyo… Mereka juga tidak tau kapan Sung Ah akan sadar. Bahkan mereka juga menyuruh kita untuk terus berdoa memohon keselamatannya.”Saat mendengar jawaban dari Seulmi tadi aku pun hanya bisa menghembuskan nafasku berat. Wajahnya yang terlihat sangat tenang saat ini benar-benar membuatku ingin meneteskan air mata ketika mengingat bahwa aku akan melewati penantian panjang yang tidak tahu kapan akan berakhir.

 

Besoknya, tepat pukul sembilan pagi aku sudah siap untuk kembali ke Korea. Dengan pakaian rapi dan sebuah koper hitam disebelahku, aku berdiri menghadap Sung Ah untuk mengucapkan selamat tinggal. Walaupun ini bukan akhir dari hubungan kami, tapi aku tidak bisa membayangkan seberapa berat hari-hari yang akan aku lewati tanpanya nanti.

 

“Bisakah kalian meninggalkan aku dan Sung Ah disini?”Tanyaku pada orang-orang yang berada diruangan ini. Dan tidak beberapa lama kemudian mereka pun menganggukkan kepala menyutujui permintaanku lalu berjalan perlahan meninggalkan ruangan ini.

“Sung Ah-ya… Mianhae… Aku tidak bisa selalu menemanimu. Jika aku tidak ada disampingmu, apakah kau akan kesepian? Maafkan aku… Aku benar-benar ingin menjadi orang pertama yang akan kau lihat ketika kau sadar nanti. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun aku tidak tau kapan kau akan bangun, tapi percayalah kalau aku akan selalu menunggumu.”

“Satu minggu lagi kita pasti akan bertemu. Dan aku pun berharap saat kau sampai di Korea nanti kau telah sadar dan kembali memberikan senyum manismu itu padaku. Hmm, aku pasti akan sangat merindukanmu jadi kau juga harus merindukanku eoh? Walaupun kau sedang tertidur sekarang, kau tidak boleh memimpikan namja lain selain aku. Terutama Sungmin hyung, kau tidak boleh memimpikannya sama sekali atau aku akan cemburu. Di alam mimpimu itu hanya boleh ada aku seorang. Dan satu hal lagi, jangan buat aku menjadi satu-satunya orang yang menjadi gila karena rasa cinta. Sekali-kali kau juga harus melakukan hal-hal aneh seperti yang telah selama ini aku lakukan padamu. Aku harap saat kau terbangun nanti kau bisa melakukannya padaku dan membuat pipiku merona sama seperti saat aku melakukannya padamu.”

“Hmm, aku harus segera pergi sekarang. Selamat ulang tahun… Saranghae…”Ucapku lalu memberikan sebuah ciuman lembut di dahinya. Sebuah ciuman kasih sayang yang sarat akan harapan mengenai perjalanan cinta kami selanjutnya.

 

April, 17th 2012 – 20.34 KST

At Seoul International Hospital

 

Ini sudah satu minggu sejak aku pulang dari Jerman dan saat mobil hitam yang mengantarku kemari berhenti berjalan, terlihat segerombolan reporter pun tertangkap oleh kedua mataku. Entahlah, aku tidak terlalu peduli dari mana mereka mengetahui jika Sung Ah hari ini telah pulang dari Jerman. Yang jelas, hanya ada nama Sung Ah dipikiranku sekarang.

Setelah memakai semua penyamaran lengkapku, aku pun turun dari mobil dan dengan langkah cepat, aku segera memasuki koridor salah satu Rumah Sakit terbesar di Korea ini untuk menghindari semua reporter yang berada di depan rumah sakit. Sebenarnya Sung Ah sudah sampai dua jam yang lalu, tapi karena schedule ku, aku baru bisa mengunjunginya sekarang.

Tapi sayangnya, walaupun ini sudah tepat satu minggu sejak kejadian itu dia masih belum sadar juga. Saat aku telah berada di ruangan dimana Sung Ah berada, kakiku pun terasa membeku seketika. Yeojaku… Dengan matanya yang sedang tertutup, wajahnya masih terlihat sama tenangnya seperti terakhir kali aku melihatnya satu minggu yang lalu. Saat aku melangkahkan kakiku mendekat, Eomma Sung Ah segera menyambut kedatanganku dengan memegangi lengan kiriku lalu membawaku kesamping ranjang Sung Ah.

 

“Sampai sekarang dia masih belum sadar juga…”Ucap Eomma Sung Ah sambil menatap wajah anaknya. Saat mendengar kata-kata itu hatiku rasanya remuk seketika. Kenyataan bahwa sampai sekarang dia belum membuka kedua matanya hanya membuat hatiku semakin sedih saja.

“Apakah dokter sudah bisa memastikan kapan Sung Ah akan sadar?”Tanyaku tanpa sedetik pun memalingkan tatapanku dari wajah damainya yang sedang tertidur.

“Sama seperti satu minggu yang lalu, mereka juga tidak bisa memastikan kapan Sung Ah akan siuman…”

“Hmm… Arasseoyo… Seperti hari-hari sebelumnya, kita hanya bisa mengharapkan yang terbaik untuknya. Eommonim tidak usah khawatir, Sung Ah adalah seorang gadis yang kuat jadi dia pasti akan sadar…”

“Ne, itulah satu-satunya kepercayaan yang aku pegang selama ini. Sung Ah-ya, cepatlah kembali eoh?”Ucap Eomma Sung Ah sambil menahan air matanya. Walaupun Ia berusahan untuk tetap tegar tapi tentu saja perasaan seorang ibu tidak bisa disembunyikan dengan mudah. Terasa dengan kuat olehku kekhawatiran yang ada didalam hati seorang yeoja yang telah melahirkan wanita yang sangat aku cintai ini. Sung Ah-ya, aku harap kau bisa mendengar suara hati orang-orang yang mendoakan keselamatanmu…

 

Sejak saat itu, setiap malam aku pasti akan datang menjenguknya. Setiap hari aku datang dengan harapan kalau Ia akan membukakan kedua matanya di hadapanku. Hari demi hari, dan minggu demi minggu pun berlalu tanpa ada tanda-tanda yang menunjukkan kalau Ia akan sadar.

Sekarang sudah tepat tiga bulan sejak kedatangannya ke Korea dan selama itu jugalah aku selalu mengunjunginya. Tapi malam ini, sebelum aku pergi ke rumah sakit aku memutuskan untuk datang ke sebuah taman kecil didekat rumah Sung Ah. Sebenarnya menurutku tempat ini terlalu berlebihan jika disebut sebagai sebuah taman karena hanya ada sebatang pohon persik dan sebuah ayunan putih dibawahnya. Tapi walaupun begitu tempat ini menyimpan sebuah kenangan indah untukku dan Sung Ah. Kenangan dimana kami bisa berbagi cerita satu sama lain dibawah langit yang berbintang.

Sung Ah-ya, malam ini benar-benar sangat mirip dengan waktu itu. Suasana sepi tanpa ada orang yang lalu lalang dijalanan dan ribuan bintang yang ada diatas sana benar-benar membuatku teringat kembali dengan memori indah kita waktu itu. Tapi yang membuatku sedih adalah kau tidak berada disisiku sekarang.

 

“Aku harap kau akan cepat pulih…”Gumamku sambil menatap sebuah gelang berbandul daun clover yang sama persis seperti milik Sung Ah.

“Semanggi berdaun empat, bukankah sebagian besar menusia mempercayainya sebagai pembawa keberuntungan?”Ucap suatu suara yang telah ditangkap oleh indera pendengaranku. Siapa? Siapa itu? Aku sama sekali tidak bisa menemukan wujud makhluk yang barusan mengatakan hal itu padaku.

“Nuguya?! Cepat tunjukkan dirimu!”Seruku sambil berdiri dan menelusuri sekeliling taman ini.

“Aku disini Cho Kyuhyun-ssi…”Balas suara itu dan aku pun langsung terlonjak kaget saat mendapati seorang yeoja bergaun kuning yang telah duduk manis diayunan sebelahku.

“Mwo?! K-Kau kan…”Ucapku terbata-bata saat melihat siapa sosok yang ada didepanku sekarang.

“Ne, aku Miss Riri. Lama tidak bertemu…”Ujarnya lalu menunjukkan eyesmilenya padaku. Bukankah dia adalah peramal yang ada ditaman hiburan saat aku dan Sung Ah pertama kali berkencan dulu? Lalu kenapa dia bisa ada disini?

“Ne,  Miss Riri yang itu! Peramal yang tidak meminta bayaran sedikitpun pada kalian. Dan aku ada disini untuk melakukan tugasku…”

“Apa katanya barusan? Menyelesaikan tugasnya? Tapi tunggu dulu! Apakah barusan dia membaca pikiranku?!”Ucapku dalam hati sambil memberikan tatapan bingung padanya.

“Yap! Seratus point untukmu! Aku memang sedang membaca pikiranmu Kyuhyun-ssi…”

“Ba-Bagaimana bisa?”Ucapku terperangah ketika dia telah menjawab pertanyaan yang tadi berputar-putar dikepalaku.

“Tentu saja aku bisa karena aku bukan manusia biasa.”

“Mwuraguyo??”

“Aku tidak peduli apakah kau akan percaya pada perkataanku atau tidak, tapi itu adalah kenyataannya. Aku ini bukan peramal biasa. Didalam darahku mengalir darah cenayang kerajaan Joseon asli. Mantra… Sihir… Aku bisa menggunakan hal-hal itu. Mungkin karena leluhurku dulu adalah seorang penyihir? Yah~ Kau bisa menyimpulkannya sendirikan Kyuhyun-ssi? Aku ini adalah setengah manusia dan setengah penyihir.”

“Jangan bercanda! Dizaman sekarang tidak ada yang namanya penyihir! Walaupun aku tidak bisa menjelaskan secara pasti bagaimana kau bisa tiba-tiba ada disini tapi aku tetap tidak percaya kalau kau itu adalah penyihir. Bagiku kau itu hanya seorang peramal biasa yang mencari uang dari kemampuan bicaramu saja.”

“Hmm, bukankah tadi aku sudah mengatakannya padamu? Aku tidak peduli apakah kau percaya atau tidak padaku yang jelas aku datang menemuimu hanya karena ingin menyelesaikan tugasku saja. Entah kenapa para dewa cinta itu memberikan kisah cinta yang sangat aneh untukmu dan Sung Ah. Kalian cinta pertama satu sama lain tapi saat telah dipertemukan kembali, kalian tidak bisa mengenali cinta pertama masing-masing. Selain itu Sung Ah memiliki kondisi kesehatan dan keluarga yang kurang baik. Hah~ Dan tidak hanya itu saja! Bahkan mereka juga sampai melibatkan kemampuan sihirku dalam kisah cinta kalian yang tragis ini. Aish~ Dasar! Para dewa itu memang hanya mementingkan diri mereka sendiri. Bahkan aku tidak mendapatkan bayaran yang setimpal atas pekerjaanku.”

“M-Mwo? Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan?”Tanyaku saat kepalaku tidak mampu menyerap semua perkataan yeoja peramal didepanku ini.

“Sudahlah… Aku datang hanya untuk membuat Sung Ah kembali sadar saja.”

“Mwo?! Kau bisa membuat Sung Ah sadar?!”

“Ne, tentu saja! Justru itulah tugas yang harus aku selesaikan. Tapi yang bisa membantuku untuk membuat Sung Ah sadar hanya dirimu Kyuhyun-ssi…”

“Naega? Wae?”

“Karena kau mempunyai gelang itu. Gelang yang hanya pernah aku berikan kepada kalian berdua. Dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui… Saat aku menyembuhkan Sung Ah nanti aku tidak bisa menjamin dia akan sama seperti sebelumnya atau tidak. Kau taukan? Semua hal yang instan itu pasti memiliki efek samping. Jadi kau lah yang harus mengatasi efek sampingnya itu.”

“Efek samping? Apa itu?”

“Aku juga tidak tau karena seumur hidupku baru kali ini aku menggunakan mantra seperti ini. Tapi kalau aku tidak menyadarkannya sekarang maka dia akan terus tidur selama kurang lebih tiga tahun…”

“Mwo?! Tiga tahun?!”

“Ne, dan jangan berpikir kalau sekarang aku sedang menipumu Kyuhyun-ssi. Walaupun aku melakukannya, hal itu sama sekali tidak ada untungnya bagiku. Jadi bagaimana?”

“Baiklah… Aku setuju. Tolong buat Sung Ah sadar kembali. Tapi jika ada hal-hal buruk yang menimpanya aku benar-benar tidak akan memaafkanmu…”Ucapku dengan wajah serius sambil memberikan gelang yang sedari tadi berada dipergelangan tanganku padanya.

“Aish~ Tenang saja, aku jamin efek sampingnya itu hanya terjadi untuk sementara. Jadi walaupun terjadi perubahan yang cukup signifikan saat dia bangun nanti, kau tidak perlu khawatir dan bantu saja dia untuk kembali normal eoh?”Balasnya sambil menekan-nekan dengan pola yang aneh pada bandul gelangku itu.

“Sekarang… Apa yang harus aku lakukan?”

“Berbaliklah. Aku tidak mau kau melihatku saat aku menggunakan sihir. Dan ingat! Apapun yang terjadi kau tidak boleh berputar untuk melihatku. Arasseo?!”Setelah mendengar titahnya itu aku pun segera membalikkan tubuhku. Terdengar berbagai suara aneh dan kilatan-kilatan cahaya dibalik punggungku. Dia… Benar-benar seorang penyihir?

 

Tidak beberapa lama kemudian suara-suara aneh serta cahaya yang bersinar tadi pun perlahan-lahan mulai menghilang. Aku benar-benar ingin membalikkan tubuhku sekarang. Tapi yang bisa aku lakukan untuk saat ini hanyalah menahan sekuat tenaga perasaan penasaran yang sedang menderaku.

 

“Kau bisa menemuinya sekarang…”Bisik sebuah suara ditelingaku. Saat aku mendengar kalimat itu hatiku langsung dipenuhi dengan kebahagiaan dan rasa tidak percaya. Dengan segera aku pun langsung membalikkan tubuhku untuk berterima kasih padanya.

“Kamsham… ni— Kemana dia?”Gumamku saat mendapati wujud yeoja tadi sudah tidak ada lagi disana.

“Aish~ Bukankah aku belum menyuruhmu untuk berbalik?! Dasar pabo! Ya sudahlah, tidak apa-apa. Yang perlu kau ketahui sekarang adalah Sung Ah sudah sadar. Jadi, apa lagi yang kau tunggu eoh? Cepat temui dia!”Lanjut suara itu lagi.

“N-Ne… Walaupun sampai sekarang aku masih tidak percaya siapa jati dirimu yang sebenarnya, tapi aku benar-benar berterima kasih padamu! Jeongmal kamshamnida!!”Seruku lalu menunduk memberi salam terima kasih pada udara kosong didepanku.

 

Sesaat setelah itu aku pun langsung melangkahkan kedua kakiku menuju rumah sakit. Dengan mengerahkan semua tenaga yang tersisa, aku pun segera melangkahkan kakiku secepat yang aku bisa. Saat sudah berada di dalam mobil, aku pun langsung menghidupkan mesinnya lalu pergi menuju ketempat Sung Ah berada. Jantungku benar-benar berpacu dengan sangat cepat sekarang. Bahkan ini lebih cepat dari putaran roda mobilku yang sedang menyusuri jalanan kota Seoul malam ini.

Dan akhirnya, setelah dua puluh menit menempuh perjalanan yang terasa sama seperti sepuluh tahun lamanya, aku pun sampai dihalaman depan rumah sakit ini dan langsung menuju ke ruangan Sung Ah. Dengan hati yang berdebar cepat aku meraih gagang pintu didepanku. Setelah mengumpulkan semua harapan yang ada dalam diriku, aku pun membuka pintu didepanku ini.

 

“S-Sung Ah-ya…”Gumamku saat melihat ternyata Sung Ah sudah benar-benar sadar. Dia… Dia sedang duduk di ranjangnya dan menatapku dengan tatapan polosnya itu ketika aku tiba-tiba masuk keruangan ini. Dengan perasaan yang bercampur aduk aku pun segera masuk kedalam dan memeluk tubuh mungilnya yang masih berbalut baju rumah sakit.

“Aku sangat merindukanmu!”Ucapku tepat disamping telinganya. Dan tidak terasa butiran-butiran kristal kebahagiaan itu pun mengalir di pipiku. Aku benar-benar tidak bisa menahan rasa bahagiaku sekarang. Saat aku melepaskan pelukanku dia hanya menatapku datar.

“Kau… Siapa?”Tanyanya kemudian dan sontak membuatku terkejut lalu menatap wajahnya tidak percaya.

“Kenapa kau menangis? Apakah kau adalah temanku? Maaf telah membuatmu sedih dan menunggu sangat lama untukku. Tapi mianhae, aku tidak bisa mengingatmu sama sekali. Walaupun begitu bisakah aku menghapus air matamu? Aku sangat tidak suka melihat ada orang yang menangis didepanku.”Ucapnya sambil meletakkan jari-jari kecilnya itu dipipiku dan menghapus tetesan air mata yang sempat keluar dari mataku tadi.

“Ne? Mwuraguyo?”Gumamku.

“Apa kau tau? Cara masukmu tadi benar-benar terlihat keren. Tapi saat aku melihatmu menangis barusan image itu langsung hancur seketika.”Lanjutnya dan langsung membuatku menoleh kearah kakaknya untuk mewakili pertanyaanku mengenai keanehan yang terjadi pada Sung Ah sekarang.

“Dia… Kehilangan ingatannya…”Ucap Seulmi dan berhasil membuat kedua mataku membelalak seketika. Dia apa tadi?!

“Dulu Sung Ah memang pernah mengalami sebuah kecelakaan mobil tapi dia tidak bisa mengingat apapun mengenai kecelakaan itu. Dan dokter tadi menjelaskan bahwa ada kemungkinan besar karena dia tidak sadarkan diri terlalu lama, ingatannya setelah kecelakaan itu terhapus. Baginya, dia yang sekarang adalah dia yang baru mengalami kecelakaan empat tahun yang lalu.”Jelas Seulmi dan aku pun langsung menatap nanar wajah yeoja yang sedang terduduk di ranjang rumah sakit ini. Kalau dia kehilangan ingatannya sepanjang tiga tahun kemarin, berarti dia juga melupakanku, begitu?

“Ah iya eonni… Apakah kau kenal seseorang yang bernama Cho Kyuhyun?”Tanyanya sesaat setelah ia selesai membersihkan air mataku.

“Apa kau mengingatnya?”Tanya Seulmi agak kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh adiknya tadi.

“Anni… Hanya saja saat aku membuka mataku tadi nama Cho Kyuhyun adalah hal pertama yang melintas dipikiranku. Apakah dia adalah seseorang yang sangat berarti bagiku?”

“Cho Kyuhyun… Itu adalah namaku.”Ucapku sambil tersenyum melihatnya. Walaupun dia tidak bisa mengingatku tapi aku bersyukur karena namaku adalah hal pertama yang ada dikepalanya saat Ia sadar tadi.

“J-Jeongmalyo?! Lalu apa hubungan kita? Kenapa namamu bisa tiba-tiba muncul dikepalaku saat aku tersadar tadi?”

“Hubungan kita? Bisa dibilang kita berdua memiliki hubungan takdir yang telah mengikat kita berdua satu sama lain dengan sangat erat. Aku adalah orang yang sangat kau cintai…”

“Mwo?! Naega? Gadis polos sepertiku menyukai ahjusshi seperti dirimu?! Maldo andwae!!”

“Ya! Sudah berapa ratus kali aku katakan jangan memanggilku ahjusshi pabo!”

“Ya! Perbedaan umur kita itu mencapai enam tahun pabo! Seharusnya wajar bagiku untuk memanggilmu ahjusshi! Eh? T-Tungu dulu! Kenapa aku bisa mengetahui hal itu?”

“Lihat! Lihat! Kau percaya kan? Walaupun kau melupakan aku lidahmu itu tidak berubah sama sekali untuk membalas ucapanku.”

“Aish~ Maldo andwae!! Sebenarnya apa yang telah membuatku menyukai namja sepertimu eoh? Tampan? Siwon Oppa lebih tampan darimu. Karisma? Tidak sama sekali! Dan terlebih lagi kau itu sangat menyebalkan! Eonni, apakah namja ini baru saja menipuku?”Tanyanya sambil menarik rambut hitamnya itu frustrasi

“Anniyo… Dia memang mengatakan yang sebenarnya Sung Ah-ya…”Jawab Seulmi sambil menatap geli adiknya. Begitu pula denganku.

“Geotjimal! Eonni pasti berbohong padaku kan?!”

“Kalau kau tidak percaya, aku akan membuktikannya padamu…”Ucapku sambil memberikan senyum evil terbaikku.

“S-Seringai itu! Entah kenapa aku merasa sangat familiar dengan hal itu! Hentikan! Kau membuat bulu kudukku merinding!”

“Kekeke~ Arasseoyo… Aku sekarang harus pergi karena ada syuting variety show yang harus aku hadiri. Tapi tenang saja, setelah selesai acara nanti aku pasti akan menghubungimu. Istirahat yang baik dan jangan merepotkan eonnimu eoh?”Ucapku lalu mengecup singkat dahinya yang tertutup oleh poni. Saat aku melihat reaksinya rasanya ada sesuatu yang sangat menggelitik diperutku. Dia terdiam mematung tanpa bergerak sama sekali. Apakah dia shock? Kekeke… Sepertinya aku juga akan menyukai Sung Ah yang berumur 15 tahun ini.

“Kalau begitu aku pergi dulu Seulmi-ssi, sampaikan salamku pada Eommonim dan Abeoji…”

“Ne, aku pasti akan menyampaikannya. Hati-hati dijalan eoh?”Ujar Seulmi sambil mengantar kepergianku sampai didepan pintu. Miss Riri, walaupun kau menghilangkan sebagian ingatannya, tapi aku tetap akan berterima kasih padamu karena telah menyelamatkan nyawanya untukku. Dan tolong sampaikan pada dewa-dewa cinta itu kalau hanya dengan menghapuskan sosok diriku dalam memorinya tidaklah cukup untuk memisahkan kami berdua. Kenapa? Karena aku akan membuatnya kembali jatuh cinta padaku. Kekeke~ Sekali lagi, jeongmal gomaweoyo Miss Riri…

 

Sung Ah’s POV

 

“Namja tadi… Dia…”Ucapku didalam hati sambil meraba-raba dahiku yang dikisseunya tadi. Perasaan apa ini? Kenapa jantungku berdetak dengan sangat cepat eoh? Apakah aku memang mempunyai hubungan yang special dengannya?

“Ya~ Sung Ah-ya… Sadarlah!”Ucap Seulmi eonni sambil melambai-lambaikan tanganya didepan wajahku.

“Eo-Eonni… Apakah dia benar-benar…”

“Ne, bukankah tadi aku sudah mengatakannya padamu? Dia itu adalah namjachingumu. Wae? Apakah kau tidak menyukainya?”

“Justru sebaliknya, hatiku terus saja mengatakan kalau aku menyukai namja itu. Ah, anni, tapi melebihi rasa suka. Apakah aku memang sangat tergila-gila padanya?”

“Eonni juga tidak terlalu mengetahui detail hubungan kalian karena sejak pertama kali kalian berpacaran, eonni sudah ada di Jerman. Tapi satu hal yang Eonni tau, kau itu sangat-sangat-sangat menyukainya! Dan perlu kau tau juga, dia itu adalah cinta pertamamu.”

“Mwo?! Cinta pertamaku? Maksud Eonni namja lollipop ku dulu?”

“Yap! Tepat sekali! Dia bahkan memiliki kalung yang kau berikan dulu.”

“Tapi bagaimana bisa…”

“Entahlah, Eonni juga tidak tau bagaimana kalian bisa bertemu kembali. Mungkin ini adalah sesuatu yang disebut dengan takdir? Bahkan saat telah berpacaran pun kalian tidak menyadari kalau kalian itu adalah cinta pertama satu sama lain…”

“Jeongmalyo? Kalau begitu apakah aku sudah mengembalikan PSP nya?”

“Yah… Bisa dikatakan kau hampir melakukannya. Saat kau akan mengembalikannya waktu itu, penyakitmu tiba-tiba kambuh dan membuatmu pingsan seketika.”

“Ah~ Begitukah? Kalau begitu bisakah Eonni memintanya untuk datang kemari besok? Aku ingin mengembalikan PSP itu.”

“Kenapa tidak kau sendiri saja yang meneleponnya Sung Ah-ya? Ini handphonemu.”Ujar Seulmi Eonni sambil memberikan sebuah ponsel putih yang cukup bagus padaku. Hmm, ternyata seleraku cukup bagus juga dalam memilih ponsel. Dengan segera aku pun langsung mencari nama Cho Kyuhyun disana. Tapi aku sama sekali tidak bisa menemukannya.

“Namja pabo? Siapa ini? Jangan-jangan…”Ucapku dalam hati saat melihat sebuah contact name yang cukup aneh bagiku. Tapi saat aku menemukan nomor teleponnya ini aku malah menjadi ragu. Haruskah aku meneleponnya sekarang atau aku harus menunggu panggilan darinya saja? Bukankah tadi dia mengatakan kalau dia akan menghubungiku?

“Anni, anni! Aku akan menunggunya saja! Berdasarkan sifat yang ditunjukkannya tadi terhadapku, harga diriku pasti akan jatuh sampai kedasar bumi karena menghubunginya duluan. Ne! Aku akan menunggunya…”Gumamku lalu meletakkan ponsel putih ini didepanku.

“Tapi… Aku tidak bisa memastikan apakah dia akan menghubungiku atau tidak. Iya kan? Haruskah aku… Anni Bok Sung Ah! Kau tidak boleh melakukannya! Ingat, harga diri adalah segalanya bagimu!”Lanjutku sambil mengepalkan kedua tanganku memberikan kekuatan untuk diriku sendiri agar aku tidak meneleponnya. Beberapa detik kemudian aku pun menghembuskan nafasku berat lalu menatap kosong kearah ponsel putih yang tidak kunjung berdering itu.

 

Satu jam… Dua jam… Aish! Kenapa dia belum menghubungiku juga eoh? Apakah dia melupakan janjinya? Dasar namja ini!

 

“Eonni… Bukankah ini sudah dua jam sejak kepergiannya tadi? Kenapa dia belum menghubungiku juga?”

“Mungkin ponselnya lowbat…”Jawab Seulmi Eonni singkat.

“Jeongmalyo? Tapi kalau dia benar-benar mau menghubungiku seharusnya dia mengisi baterai ponselnya. Iya kan? Haruskah aku menghubunginya duluan?”Tanyaku sambil menatap Seulmi Eonni yang sedang membaca sebuah novel di sofa.

“Lakukan saja…”Jawabnya singkat dan membuatku benar-benar menekan tombol itu. Tidak beberapa lama setelah aku menempelkannya ditelinga, teleponku pun dijawab.

“Yeoboseyo? Apakah ini benar nomor telepon Cho Kyuhyun-ssi?”Tanyaku karena masih ragu apakah ini adalah nomor teleponnya atau bukan.

“Ne, benar. Tapi Kyuhyun sedang syuting sekarang. Aku adalah asistennya, apakah ada yang ingin Anda sampaikan?”Ujar orang diseberang sambungan teleponku. Tidak beberapa lama kemudian muncullah ekspresi kekecewaan di raut wajahku.

“Ah, anniyo… Tidak ada hal penting yang ingin aku sampaikan. Kalau begitu aku akan menutup teleponnya. Kamshamnida…”

“Hah~ Apakah dia sesibuk itu?”Gumamku sambil menatap kosong dinding didepanku. Tapi tidak beberapa lama kemudian ponselku pun tiba-tiba bergetar dan menampilkan nama ‘Namja Pabo’ dilayarnya.

“Eoh! Eoh! Dia menelponku!”Seruku girang dan membuatku agak terlonjak kaget dari dudukku. Entah kenapa seperti ada letupan-letupan kecil dihatiku yang membuatku merasa sangat bahagia.

“Yeoboseyo Sung Ah-ya… Ada apa kau meneleponku? Apakah terjadi sesuatu?”Tanya seseorang diseberang sana. Bahkan aku pun sangat merasa familiar dengan suara ini.

“Eh? A-Anniyo… Aku meneleponmu karena ingin memintamu untuk ke rumah sakit besok. Bisakah?”

“Hmm, jam dua sampai jam empat jadwalku kosong. Aku pasti akan kesana besok. Tapi ada apa? Jangan-jangan…”

“Jangan-jangan apa?!”

“Jangan-jangan kau sudah rindu padaku. Benarkan? Aigo~ Bahkan ini belum satu hari kita tidak bertemu. Ckckck, ternyata kau memang sangat mencintaiku buah persik… Haruskah aku mengirimkan fotoku agar rasa rindumu itu bisa berkurang? Kalau kau menginginkannya aku akan melakukan hal itu…”

“M-Mwo?! Bicara apa kau tadi?! Sebenarnya berasal darimana rasa percaya dirimu yang tingginya selangit itu eoh?! Sudahlah, tidak peduli apa, yang jelas kau harus datang besok! Titik!”

“Arasseoyo… Ah, aku harus melanjutkan syutingku lagi sekarang. Annyeong, jangan tidur terlalu larut eoh?! Saranghae…”Ucapnya lalu memutuskan sambungan telepon kami.

“Tapi tunggu dulu, apa katanya tadi? Saranghae? Dia mengatakan kalau dia mencintaiku?! Jeongmalyo?!!”Ujarku didalam hati dan seulas senyum kebahagiaan pun mulai muncul di wajahku. Entah kenapa rasanya hatiku sangat berbunga-bunga sekarang. Perasaan ini… Perasaan sesak yang sedang aku rasakan sekarang, mungkinkah aku … Selain itu, walaupun aku tidak mau mengakuinya tadi tapi sepertinya ucapan namja itu memang benar. Aku menghubunginya karena aku merindukannya. Dan itu artinya aku juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Benarkan? Ah~ Kenapa rasanya dunia ini begitu indah? Mungkinkah ini adalah rasa cinta yang sebenarnya?

 

TO BE CONTINUED…

 

tumblr_lmxckifDq81qz9xe6

tumblr_n19z54Lrup1svs4owo1_500

Advertisements

7 thoughts on “|FF| Milky Way Love Story Part 13 – C omeback Please

  1. Kyuhyun Ahjussi, Mohon bantuan ny o:)
    Bantu Sung Ah mengembalikan ingatan ny.. kekeke 😀
    Fighting! Semoga sukses membuat Sung Ah jatuh cinta yg ke’2 kali ny 😀 =)) ..
    » Sung Ah, kau harus percaya sama Kyuhyun Ahjussi, wkwkwk

    Next eon, Jangan lama” 😀

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s