|FF| You’re an Alien! Part 12 – Smile

Title : You’re an Alien! Part 12 – Smile

Author : Im Cho Sun

Genre : Romance, Friendship, Family, Sad

Length : Series/Chapter (Part 12 : 13 Pages)

Rating : PG-15

Main Cast :
Cho Kyuhyun
Bok Sungah (OC)

Support Cast :
Bok Sunghye (OC)
Kang Minhyuk (OC)
Super Junior’s Members

Disclaimer :
Annyeonghaseyo!! Apakah ada yang menantikan kehadiran author?!! Kali ini author membawa lanjutan FF You’re an Alien! Yang satu part lagi akan END 😀 😀 😀

Warning! Typo bertebaran dan alur yang ngalur ngidul!

HAPPY READING!!
Part 12

*****
“Setelah melihat senyumannya yang mulai kembali itu, bagaimana aku bisa membiarkan semua wartawan itu mengejarnya? Saat dia sedang berjalan di tengah kota dia pasti akan segera di kenali orang-orang. Menurut pendapat hyung, apa yang akan terjadi padanya? Kalau aku… Aku sangat takut kalau Ia akan kembali mengalami shock mental dan malah menjadi lebih tertutup dari sebelumnya. Kalau hal itu terjadi, bagaimana dia bisa bertahan hidup didunia ini?! Selain denganku, aku juga ingin melihatnya tersenyum bersama orang lain… Teman-temannya…” – Cho Kyuhyun

“Aku… Aku hanya takut kehilangan senyumanku. Apa kau tau? Setelah kematian Sung Hwa Oppa enam tahun yang lalu, akhirnya aku bisa tersenyum kembali saat bertemu dengan Kyuhyun setengah tahun yang lalu. Dan saat aku telah memulai langkah awal untuk kembali ceria seperti dulu, kami malah terpisah untuk yang kedua kalinya. Sepertinya didunia ini memang tidak ada yang namanya kebahagiaan abadi. Terutama untukku…” – Bok Sung Ah

*****

 

April, 7th 2014 – 21.48 PM

At LOEL Departement Store

Sung Ah’s POV

 

Didepanku sekarang berbaris gaun-gaun berbagai warna yang sangat cantik. Semua ornament yang terjahit di gaun-gaun itu pasti akan membuat mata semua wanita berbinar karena melihatnya, kecuali aku. Sejak menginjakkan kakiku di salah satu department store terbesar di Korea ini aku belum menampilkan sedikit pun senyum di wajahku. Rasanya aku benar-benar menjadi sebuah boneka hidup sekarang. Kemana pun kaki kakak ku menuju, kesana jugalah kakiku melangkah.

 

“Bagaimana dengan gaun ini Sung Ah-ya?”Tanya Sung Hye Eonni sambil menunjukkan sebuah gaun putih yang cukup panjang kepadaku.

“Ne, bagus…”Jawabku singkat sambil menganggukkan kepalaku.

“Kalau yang ini?”Tanyanya lagi dengan penuh antusias pada sebuah gaun pink sepanjang lutut yang di pegangnya.

“Itu juga bagus…”Jawabku lagi sambil menatap kain-kain di depanku sekarang.

“Aish! Jangan jawab begitu! Kau harus menentukan baju mana yang akan kau kenakan di pesta pertunanganmu nanti.”

“Terserah eonni saja. Kalau eonni suka, aku juga suka…”Jawabku sambil menghembuskan nafasku berat.

“Hmm, baiklah kalau begitu. Agasshi, aku minta gaun ini dan yang ini!”Ucap Sung Hye eonni sambil memanggil pegawai butik di department store ini.

“Kajja, kita akan memilih cincin pertunangan…”

“Eonni, bisakah malam ini kita pulang saja? Aku sangat lelah. Lagi pula sebentar lagi department store ini juga akan tutup…”

“Tapi kan masih banyak barang-barang yang belum kita beli… Lagi pula department store ini tidak akan tutup sebelum kita pulang…”

“Eonni, jebalyo… Kalau eonni memang ingin melanjutkannya, eonni lanjutkan saja sendiri…”

“Aish! Mana mungkin aku akan melanjutkannya sendirian. Ini kan pesta pertunanganmu…”

“Bukankah tadi sudah aku katakan? Jika eonni suka, maka aku juga akan menyukainya… Jadi apapun yang eonni pilihkan aku akan menerimanya.”Ucapku masih tetap menatapnya datar. Aku benar-benar sudah muak dengan semua ini. Bahkan kakiku pun sudah tidak tahan lagi untuk tetap tinggal di tempat ini!

“Aish~ Arasseo, arasseo… Kalau kau memang ingin pulang ayo kita pulang! Tapi berjanjilah pada eonni besok kau akan menyelesaikan semuanya bersama Minhyuk.”

“Ne, ne…”Jawabku singkat lalu segera melangkahkan kakiku cepat menuju parkiran dimana mobil kami berada.

 

April, 7th 2014 – 22. 04 PM

At Super Junior’s Dorm

Kyuhyun’s POV

 

Cklek…

Dengan pelan aku membuka pintu kayu di depanku ini. Entah kenapa aku berharap semua member Super Junior yang tinggal di lantai 11 ini sudah tertidur. Aku tidak ingin mereka melihat wajahku yang pasti tengah terlihat murung sekarang.

 

“Aku pulang…”Ucapku singkat lalu melepaskan kedua sepatuku sebelum menginjak lantai dorm ini. Saat aku memasuki ruang tengah ternyata ada Donghae hyung dan Eunhyuk hyung yang masih terjaga menonton televisi.

“Oh, Kyuhyun-ah~ Kau sudah pulang? Bagaimana kencanmu?”Tanya Eunhyuk hyung dan langsung membuat langkahku terhenti.

“Waeyo? Apakah ada sesuatu yang terjadi?”Tanya Donghae hyung sambil menatapku dengan wajah khawatir.

“Anniya… Aku hanya sedikit kelelahan saja… Apakah Sungmin hyung ada dikamar?”Tanyaku.

“Tidak, hari ini dia pulang ke rumahnya. Apakah kau mau aku menemanimu untuk malam ini?”Tanya Donghae hyung yang terlihat khawatir padaku.

“Tidak usah… Lagi pula aku ini bukan anak kecil lagi hyung… Aku mau tidur dulu…”Ucapku dan berlalu meninggalkan mereka berdua. Yah~ Aku bukanlah seorang anak kecil yang tidak mengetahui apa-apa mengenai Sung Ah. Dan itu juga lah kenapa aku bisa menerima permintaan putus dari Sung Ah di akuarium tadi.

 

Dengan langkah gontai aku pun menuju ke kamarku yang bisa dibilang cukup berantakan. Hari ini benar-benar terasa berat untukku. Walaupun aku sudah berusaha sekuat mungkin untuk menerima kenyataan bahwa kami sudah berpisah, tapi tetap saja hatiku terasa amat sakit. Setelah merebahkan tubuhku di ranjang yang hampir setiap hari aku tiduri, aku pun segera menutup kedua mataku, membiarkan semua hal buruk yang terjadi hari ini untuk menghilang dari pandanganku.

Hah~ Sung Ah… Ya, yeoja bernama Bok Sung Ah itu. Entah bagaimana aku bisa hidup tanpanya setelah ini. Wajahnya… Senyumnya… Bahkan suaranya di telepon pun masih melekat dengan baik di pikiranku. Dari mana aku harus memulai untuk melupakannya?

Kata ‘melupakan’ sepertinya akan terasa sangat sulit bagiku. Setelah menyimpan enam tahun perasaan ini dan terus berusaha untuk menjaganya, akhirnya aku bertemu dengannya lagi. Selain itu, saat telah berpisah dengannya enam tahun yang lalu aku juga sempat berpikir untuk melupakannya. Tapi apa yang terjadi? Pada akhirnya pikiran dan hatiku masih akan kembali ke sosok seorang gadis SMA yang selalu memberikan tatapan polosnya padaku. Saat melihat seulas senyum manisnya, jantungku langsung berdetak dengan keras dan membuat pertahanan didalam diriku ini roboh…

Kalau dihitung-hitung, semenjak aku tidak pernah bertemu dengannya lagi enam tahun yang lalu, mungkin aku telah berkencan dengan puluhan yeoja yang ada disekitarku. Artis, orang biasa, dancer… Aku pernah berkencan dengan orang-orang seperti itu sebelumnya. Alasannya hanya satu. Aku ingin melupakan dan mencari pengganti Sung Ah. Tapi semua itu gagal total. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?

 

“Kyu-ah?”Ucap seseorang sambil membuka pintu kamarku. Dan ternyata itu Donghae Hyung.

“Oh, hyung. Ada apa?”Tanyaku sambil menegakkan sedikit tubuhku. Donghae hyung pun hanya menatapku dalam diam lalu duduk di atas ranjang Sungmin hyung.

“Kyuhyun-ah… Justru aku yang harusnya bertanya begitu padamu. Apa yang sebenarnya terjadi?”Tanyanya dan aku pun menatapnya sebentar lalu mendudukkan tubuhku diatas ranjang ini.

“Apakah kau bertengkar dengan Sung Ah?”Lanjutnya dan aku pun hanya menggelengkan kepalaku pelan.

“Kalau bukan itu, apakah kau putus dengannya?”Ujar Donghae Hyung dan aku pun langsung menolehkan kepalaku ke arahnya. Bagaimana dia bisa tau?!

“Hmm… Sudah kuduga, ini semua pasti akan terjadi. Maafkan aku, seharusnya aku memperingatkan kalian dari awal…”

“Apa maksudmu?”Tanyaku sambil menatap Donghae hyung dengan bingung. Memperingatiku tentang apa?!

“Bukankah Sung Ah mempunyai seorang kakak perempuan? Dia adalah tunanganku…”Jawabnya dan sukses membuat kedua mataku membulat ketika mendengar ucapan yang terlontar dari mulutnya. Donghae hyung sudah bertunangan?! Dengan kakak Sung Ah?!!

“M-Mwo?!!”Ucapku tidak percaya sambil menatapnya nanar. Bagaimana bisa?!

“Sebenarnya sudah setahun lamanya aku menjadi tunangan kakak Sung Ah, jadi aku tau persis apa yang sebenarnya terjadi di dalam keluarga mereka. Mulai dari kenyataan bahwa Sung Ah dan kakaknya bukan saudara kandung sampai alasan kenapa Sung Ah bisa dirawat oleh keluarganya yang sekarang.”

“Kenapa kau tidak pernah memberitahu kami kalau kau sudah bertunangan eoh?!”Protesku karena ternyata selama ini Donghae hyung telah menyembunyikan hal sebesar ini dari kami, para member Super Junior.

“Itu adalah perjanjian yang telah aku dan kakak Sung Ah sepakati. Kami tidak akan memberitahu siapapun kecuali keluarga dekat kami kalau kami sudah bertunangan. Bahkan sepupu, paman serta bibiku pun tidak ada yang mengetahui hal ini. Tapi aku minta maaf pada kalian karena telah menyembunyikan hal ini….”

“Sudahlah… Lagi pula pada akhirnya kau tetap memberitahukannya pada kami. Hyung, bisakah kau memberitahuku apa yang akan terjadi jika aku sampai membuat Sung Ah menjadi milikku lagi?”

“Kalau kau melakukannya… Kemungkinan besar namanya akan di coret dari daftar keluarganya yang sekarang. Warisan serta semua saham yang beratas namakan dirinya di rumah sakit dan universitas milik kakekknya pun positif akan di tarik kembali. Selain itu dia pasti akan menjadi artis semalam karena namanya yang dihapuskan dari keluarga pemilik rumah sakit dan universitas terbesar di Korea. Wajahnya pasti akan selalu muncul di berita pagi setiap harinya dan kemungkinan besar dia juga akan di serbu oleh para wartawan seperti yang sering kita alami selama ini.”

“Jika aku melakukannya… Apakah hal itu akan benar-benar terjadi?”Tanyaku sambil menatap kosong lantai kamar ini.

“Ne, tentu saja. Kemungkinan besar dia akan segera jatuh miskin jika kau melakukannya…”

“Anni… Bukan itu yang aku khawatirkan tapi mengenai dirinya yang akan muncul di televisi dan dikejar oleh ratusan wartawan setiap harinya. Semenjak kematian Oppanya enam tahun lalu, dia yang dulunya sangat ceria langsung berubah menjadi introvert dan tidak mau bersosialisasi dengan dunia luar.”Ucapku lalu menatap Donghae hyung sebentar.

“Apa Hyung tau? Enam bulan… Itu adalah waktu yang telah aku habiskan untuk membuatnya menjadi seperti sekarang. Setelah setengah tahun berlalu akhirnya dia mau masuk ke salah satu universitas… Dan setelah enam bulan jugalah akhirnya dia bisa mendekatkan diri dengan tetangga-tetangganya. Walaupun hanya tiga orang… Tapi aku sangat bersyukur dia bisa memiliki seseorang yang akan membantunya selain aku dan keluarganya. Mungkin kalian sering melihatku bertingkah seperti anak kecil karena melihat kedekatannya dengan Minhyuk, Yoochun atau Soohyun. Tapi dibalik itu aku sangat bahagia melihatnya yang sudah mulai membuka diri pada orang luar. Setelah melihat senyumannya yang mulai kembali itu, bagaimana aku bisa membiarkan semua wartawan itu mengejarnya? Saat dia sedang berjalan di tengah kota dia pasti akan segera di kenali orang-orang. Menurut pendapat hyung, apa yang akan terjadi padanya? Kalau aku… Aku sangat takut kalau Ia akan kembali mengalami shock mental dan malah menjadi lebih tertutup dari sebelumnya. Kalau hal itu terjadi, bagaimana dia bisa bertahan hidup didunia ini?! Selain denganku, aku juga ingin melihatnya tersenyum bersama orang lain… Teman-temannya…”

“Aku juga tidak menginginkan hal itu terjadi tapi aku juga sangat menyayangkan hubungan kalian yang putus begitu saja. Kyuhyun-ah… Sekarang keputusan berada di tanganmu. Tetap mempertahankannya atau tidak akan muncul di hadapannya lagi. Apapun yang kau pilih aku harap itu adalah hal yang terbaik untuk kalian berdua…”
April, 8th 2014 – 16.37 PM

At LOEL Departement Store

Sung Ah’s POV

 

Sudah tepat dua jam aku berputar-putar digedung ini bersama seorang namja. Dimanapun kakiku melangkah semua gadis-gadis yang ada didekat kami pasti akan berdecak kagum saat melihat kami berdua. Sebenarnya apa yang mereka lihat eoh? Namja bernama Kang Minhyuk yang sedang berjalan di sampingku ini? Menurutku wajah dan postur tubuhnya biasa saja. Bukankah di luar sana banyak namja berwajah manis sepertinya? Hmm, walaupun wajah Kyuhyun tidak ada manis-manisnya jika dibandingkan dengan Minhyuk tapi menurutku Kyuhyun jauh lebih tampan darinya.

 

“Bagaimana kalau cincin yang itu?”Tanyanya sambil menyenggol lenganku pelan untuk menyadarkanku dari lamunan panjangku tadi.

“Eh? Ne, ne… Itu bagus.”Jawabku singkat.

“Hmm… Jeongmalyo? Tapi sepertinya itu terlalu sederhana. Bagaimana kalau yang ini?”Tanyanya sambil menunjuk ke arah sebuah cincin berhias batu permata yang sangat berkilau. Sejujurnya, dibandingkan dengan semua cincin yang ada di toko ini, bagiku cincin pemberian Kyuhyun lah yang paling berharga bagiku.

“Ne, itu juga bagus…”Balasku sambil melihat ke arah cincin yang dimaksudnya lalu memalingkan pandanganku ketempat lain.

“Cincin apa itu?”

“Ne, aku juga suka- Eh? Apa maksudmu?”Ujarku saat baru menyadari kalimat yang di lontarkan namja di sebelahku ini.

“Cincin yang menggantung di lehermu itu…”

“Ah~ Ini pemberian dari Sung Hwa Oppa…”Balasku lalu segera memasukkan bandul kalungku ke dalam baju.

“Jeongmalyo? Hmm, kalau begitu kita pilih cincin yang ini saja. Apa kau suka?”Tanyanya saat telah menjatuhkan pilihan pada sepasang cincin berhias batu permata berwarna pink.

“Ne, johayo…”Balasku sambil menatap cincin itu datar lalu kembali memalingkan pandanganku. Setelah Ia membeli cincin tadi kami pun segera meninggalkan toko perhiasan ini dengan semua pelayan yang sangat mengagumi ketampanan Minhyuk.

“Apa kau lapar? Haruskah kita makan dulu?”Tanyanya.

“Anni…”Jawabku seolah tidak peduli dengan ucapannya. Sebenarnya perutku sangat lapar sekarang karena tadi aku melewatkan makan siangku di kampus.

“Apa kau mau pulang sekarang?”Tanyanya lagi setelah mendapatkan jawaban yang cukup singkat dariku tadi.

“Ne… Aku ingin pulang, tapi tidak bersamamu. Bisakah kau biarkan aku untuk pulang sendiri?”Balasku balik bertanya dan sukses membuat langkah kakinya terhenti.

“Waeyo?”

“Karena aku ingin pulang sendiri. Selain itu aku ingin mencari udara segar dulu. Rasanya dadaku sudah benar-benar sesak dan ingin meledak sekarang.”

“Apa kau akan pergi ke tempat namjachingumu itu berada?”

“Ya, aku sangat ingin melakukannya. Tapi sayangnya aku tidak bisa. Karena dirimulah aku tidak bisa menemuinya lagi sekarang. Seberapa besar pun perasaan rindu dan ingin bertemu yang aku miliki untuknya aku tetap tidak akan bisa memenuhi perasaan itu. Dan berkatmulah aku telah kehilangan setengah dari kebahagiaanku selama enam tahun terakhir.”Ucapku dengan dinginnya sambil menatapnya tajam. Yah, akhirnya aku mengatakan hal ini didepannya. Perasaan yang aku rasakan semenjak aku mengetahui kalau aku telah dijodohkan dengan namja ini. Aku tidak peduli respon apa yang akan diberikannya setelah aku mengatakan semua ini yang jelas ini adalah hal yang benar-benar aku rasakan sekarang.

“Meskipun itu adalah ungkapan hatimu yang seujujurnya aku tetap tidak akan melepaskanmu Bok Sung Ah-ssi…”Ucapnya sambil membalas tatapan mataku dengan tajam. Terlihat dengan jelas olehku kalau sekarang rahangnya tengah mengeras. Dia marah? Kalau memang benar aku tetap tidak akan peduli karena dia juga tidak pernah peduli dengan perasaanku yang tengah kesakitan ini.

“Oh, baiklah. Lagi pula aku tidak akan mengharapkan apa-apa darimu Minhyuk-ssi. Sebenarnya aku hanya memiliki satu alasan kenapa aku mengatakan hal itu. Aku… Aku hanya takut kehilangan senyumanku. Apa kau tau? Setelah kematian Sung Hwa Oppa enam tahun yang lalu, akhirnya aku bisa tersenyum kembali saat bertemu dengan Kyuhyun setengah tahun yang lalu. Dan saat aku telah memulai langkah awal untuk kembali ceria seperti dulu, kami malah terpisah untuk yang kedua kalinya. Sepertinya didunia ini memang tidak ada yang namanya kebahagiaan abadi. Terutama untukku… Sampai jumpa Minhyuk-ssi…”Ujarku dan langsung berlalu meninggalkannya. Aku benar-benar ingin meninggalkan tempat ini secepat mungkin dan segera menemukan tempat yang cukup sepi untuk menangis sendirian. Rasanya semua air mataku tengah menunggu waktu saja untuk jatuh. Tuhan… Kumohon kuatkanlah diriku…
April, 9th 2014 – 17.43 PM

At Han’s River

Author’s POV

 

Kini senja pun mulai datang dan menampakkan langit yang sudah berwarna oranye di atas kepala Sung Ah. Sambil menatap kosong jalan setapak yang ada di bawahnya, gadis mungil itu terus saja melangkahkan kedua kakinya tanpa ada tujuan yang jelas. Sesekali dia juga mendongakkan kepalanya ke atas untuk menatap hamparan langit ke merahan yang ada diatasnya.

 

“Indah…”Gumamnya sambil tetap menatap ke atas.

“Hah~ Seandainya hidupku bisa seindah langit senja aku pasti akan sangat bahagia…”Lanjutnya lagi sambil menghembuskan nafas berat. Tiba-tiba saat Ia sedang asik menikmati lingkungan disekitarnya, ekor mata Sung Ah menangkap seekor anak kucing abu-abu yang berada di atas dahan pohon.

“Kenapa kau bisa berada disana kucing kecil?”Gumam Sung Ah sambil mendekati pohon eak yang tidak terlalu tinggi di pinggir jalan setapak dimana Ia sedang berdiri sekarang.

“Puss~~ Puss~~ Ayo sini…”Ujar Sung Ah sambil mengulurkan tangan untuk menurunkan anak kucing yang terlihat sangat ketakutan itu. Tapi saat Sung Ah berusaha untuk meraih tubuh anak kucing itu, tangannya pun mendapat cakaran yang terasa cukup pedih.

“Aww~ Kenapa kau mencakarku? Kemarilah, aku akan menurunkanmu!”Gumam Sung Ah lalu segera menangkap kucing yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari telapak tangannya.

“Kucing kecil, apakah kau tersesat? Dimana pemilikmu eoh?”Ucap Sung Ah sambil mengelus lembut punggung anak kucing yang sudah berada di pelukannya sekarang.

“Omo! Anak kucing ini memiliki kalung pengenal, berarti aku harus mencari pemiliknya. Hmm, namanya… Ahggyu?”Lanjut Sung Ah ketika melihat sebuah kalung berwarna merah muda yang menggantung di leher kucing itu.

“Baiklah, ayo kita cari pemilikmu Ahggyu-ah! Mungkin pemilikmu sedang mencarimu sekarang.”Gumam Sung Ah lalu langsung menggendong kucing itu pergi dari sana. Tapi tidak sampai lima menit Sung Ah berjalan bersama kucing kecil itu, alat pendengaran Sung Ah pun mendengar suara seseorang yang memanggil-manggil nama kucing yang tengah Ia gendong sekarang.

“Ahggyu-ah~ Neo eodisseo?”Teriak seseorang yang ada di belakang Sung Ah. Dengan segera Sung Ah pun membalikkan tubuhnya dan mendapati seorang wanita berambut pendek yang tengah mencari-cari sesuatu di dalam semak-semak. Tidak beberapa lama kemudian, Sung Ah pun segera menghampiri wanita itu.

 

Sung Ah’s POV

 

“Chogiyo agasshi… Apakah ini kucing yang sedang anda cari?”Tanyaku ragu-ragu sambil memperlihatkan seekor anak kucing berwarna abu-abu yang ada di pelukanku.

“Kyaa!! Ahggyu-ah!! Ternyata kau disini! Aigo~ Kamshamnida! Jeongmal kamshamnida!!!”Ujar wanita di depanku ini sambil menunduk mengucapkan terima kasih padaku.

“Eh, ne, ne… Tadi aku menemukannya di atas pohon disana.”

“Ah, iya, sekali lagi terima kasih! Tadi dia lari karena adikku terus-terusan menakutinya dirumah. Terima kasih karena sudah menolong uri Ahggyu… Aku sangat menyayanginya, bahkan aku tidak tau bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku tanpanya. Terima kasih!”Ucapnya lalu meninggalkanku disini sendirian. Wanita itu tadi mengatakan kalau tanpa Ahggyu… Kucing yang sangat disayanginya dia tidak akan mampu hidup lagi didunia ini. Apakah aku juga akan mengalaminya? Bagaimana jika aku benar-benar tidak bisa melanjutkan hidupku lagi tanpa Kyuhyun? Tapi walaupun aku sangat ingin kembali padanya, memangnya apa yang bisa aku lakukan sekarang? Aku hanya bisa diam dan membiarkan kebahagiaanku hilang dengan perlahan seperti buih dilautan..

 

April, 10th 2014 – 19.34 PM

At Golden Hotel

 

Gaun cantik berwarna ungu yang sedang aku kenakan sekarang. Rambutku yang telah ditata dengan apiknya oleh tangan-tangan yang sudah professional dalam bidang ini. Sempurna… Itu adalah kata yang terlontar dari mulut Eomma dan Eonniku saat melihat hasil perombakan yang telah dilakukan oleh orang-orang bayaran mereka padaku. Tapi tetap saja, walaupun begitu semua hal ini masih tidak bisa membuat seulas senyuman terukir diwajahku. Justru yang aku rasakan sekarang adalah sebaliknya. Aku benar-benar ingin menangis… Hari ini aku akan bertunangan dengan Minhyuk dan itu artinya aku harus segera melupakan sosok Cho Kyuhyun yang telah menghiasi benakku sejak enam tahun yang lalu. Didadaku ini, rasanya benar-benar sesak…

“Sung Ah-ya…”Panggil seseorang yang tiba-tiba membuka pintu ruangan ini. Dengan segera aku pun langsung menyeka beberapa tetes air mata yang sempat mengalir dipipiku tadi.

“Ah, ne…”Jawabku lalu langsung menoleh ke arah pintu bewarna putih di ruangan ini. Ternyata itu Minhyuk… Orang yang sangat tidak ingin aku temui sekarang.

“Apa kau sudah siap?”Tanyanya sambil berjalan mendekatiku. Dengan berbalut sebuah tuxedo hitam yang sangat rapi, penampilannya bisa dibilang sangat sempurna sekarang. Tapi tetap saja tidak ada getaran-getaran khusus yang terjadi di dalam hatiku saat melihat pesona yang dipancarkannya.

“Anni… Aku tidak akan pernah siap karena aku tidak memiliki perasaan cinta untukmu…”

“Sung Ah-ya… Aku sudah sangat bosan mendengar hal itu. Sekarang katakana padaku, kenapa kau tidak mencintaiku? Beritahu aku apa alasannya…”

“Sederhana… Itu karena aku mencintai Kyuhyun… Ah, anni… Tapi karena aku HANYA mencintainya…”Ucapku sambil menekankan kata ‘hanya’ sambil menatapnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

“Apakah kau berharap kalau nantinya perasaanku akan berubah dan aku pun akan berpaling padamu? Kalau memang iya, sepertinya pendapatmu itu benar-benar salah. Perasaan cinta yang aku miliki tidak akan berubah sampai kapan pun. Seperti bunga matahari yang selalu mengarah kemanapun matahari berada, hatiku juga akan tetap menuju ke satu orang, yaitu Cho Kyuhyun… Bukan dirimu…”Lanjutku dan akhirnya tetesan-tetesan itu pun benar-benar jatuh sekarang. Hatiku terlalu sakit untuk berusaha membendungnya. Sedangkan Minhyuk, dia hanya menatapku dalam diam. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang, yang jelas aku ingin mengatakan semua hal yang berkecamuk didalam hatiku saat ini.

“Bertunangan… Bahkan menikah sekalipun aku bisa melakukannya dengan siapa saja termasuk dirimu, tapi jangan harap aku akan bisa melupakan sosok Cho Kyuhyun dari dalam hatiku. Jika kita telah bertunangan nanti mungkin kau akan melihat senyumku sesekali tapi aku hanya bisa mengatakan maaf padamu, karena senyuman yang kau lihat dariku nanti hanyalah sebuah senyuman palsu. Bukankah beberapa hari yang lalu sudah aku katakan padamu kalau kemungkinan besar aku benar-benar akan kehilangan senyumanku untuk selamanya. Aku… Benar-benar tidak ingin kehilangan hal berharga itu… Senyumanku… Aku takut jika nanti aku akan lupa bagaimana cara tersenyum yang sesungguhnya. Minhyuk-ah, aku ingin mengatakannya sekali lagi didepanmu. Didalam hatiku aku hanya mencintai Kyuhyun…”Ucapku lalu langsung terduduk dilantai dan menangis sekuat yang aku bisa. Sesak sekali rasanya… Bahkan rasanya aku ingin merobek dadaku ini agar rasa sesak yang tengah aku rasakan sekarang bisa menghilang. Ya Tuhan… Apakah sesakit ini rasanya saat menghadapi sesuatu yang samgat tidak aku harapkan?

“Jadi… Apakah kau ingin mengatakan kalau kau tidak menyukai pertunangan ini?”

“Ne! Lagi pula bagaimana aku bisa menyukai sesuatu yang telah merenggut setengah kebahagiaanku selama ini eoh?!! Aku tidak menyukainya!! Sangat tidak menyukainya!!!”Teriakku sambil mendongakkan kepalaku untuk menatap matanya yang sedang berdiri di depanku. Tapi beberapa saat kemudian dia pun mulai menundukkan tubuhnya perlahan dan mulai mensejajarkan tingginya denganku.

“Uljima… Kau sangat jelek kalau menangis. Lihat, bahkan maskaramu pun luntur. Kau tidak terlihat seperti Bok Sung Ah sahabatku selama ini.”Ucapnya lalu menghapus air mata yang mengalir di pipiku.

“Bangunlah… Kau harus segera merapikan make up mu karena ada sebuah pesta yang harus kita datangi.”Ucapnya lalu langsung berdiri dan pergi meninggalkanku yang masih terduduk dilantai ruangan make up ini.

 

At Golden Hotel Aula

Author’s POV

 

“Hadirin yang saya hormati… Apakah kalian menikmati pesta malam ini?”Sapa Minhyuk yang telah berada di atas panggung Aula gedung hotel bintang lima itu.

“Ne….”Jawab semua tamu undangan yang hadir disana.

“Hari ini, seperti yang kalian ketahui, adalah hari dimana akan dilaksanakannya pertunanganku dengan cucu dari pemilik Seoul International Hospital and University. Dan ini lah dia… Bok Sung Ah…”Ujar Minhyuk lalu muncullah seorang gadis cantik yang berbalut gaun ungu selutut dari pintu yang ada di sebelah kanan ruangan itu.

“K-Kyuhyun-ah…”Ucap Sung Ah dalam hati saat melihat sosok Kyuhyun yang ternyata ikut hadir sebagai tamu undangan di pesta pertunangannya dengan Minhyuk.

“Kyuhyun-ah… Kenapa kau datang kemari eoh?”Gumam Sung Ah lalu menundukkan kepalanya menahan sekuat mungkin air mata yang akan menetes dari kedua matanya.

“Ah, Sung Ah-ya… Ayo kemari…”Ucap Minhyuk lalu Sung Ah pun segera berdiri di samping Minhyuk yang telah lebih dulu berada di atas panggung.

“Bukankah calon tunanganku sangat cantik?”Tanya Minhyuk dan sukses membuat orang-orang disana tertawa geli mendengar pertanyaan Minhyuk itu.

“Hmm…Walaupun dia sangat cantik tapi sayangnya aku tidak bisa bertunangan dengannya. Dan sekarang di hadapan kalian semua, aku akan menyatakan kalau pertunangan ini resmi dibatalkan!”Ucap Minhyuk dan langsung membuat semua tamu undangan disana menjadi terkaget-kaget dengan ucapan Minhyuk yang tidak di duga-duga itu.

 

Sung Ah’s POV

 

“Mi-Minhyuk-ah…”Ujarku sambil menatap Minhyuk tidak percaya. Apa katanya tadi?!!

“Ini hadiah ulang tahun dariku. Apa kau suka?”Tanya Minhyuk sambil memberikan senyuman manisnya padaku. Mwo? Hadiah ulang tahun? Jadi dia benar-benar serius melakukan hal ini untukku? Perlahan namun pasti seulas senyuman bahagia pun terukir dengan jelas di wajahku. Sekarang aku bisa kembali bersama Kyuhyun lagi. Tuhan terima kasih! Minhyuk-ah! Gomaweoyo!!

“Apa kau tidak mau berterima kasih padaku? Setidaknya berikan aku sebuah pelukan!”Ujar Minhyuk sambil membuka tangannya lebar-lebar. Dengan segera aku pun langsung memeluknya dan mencurahkan segala rasa terima kasihku padanya.

“Gomaweo!! Jeongmal gomaweoyo!! Kau adalah sahabat terbaikku!! Gomaweoyo Minhyuk-ah!!”Ujarku dengan mata yang sudah basah oleh air mata bahagia. Aku berjanji tidak akan melupakan pengorbananmu ini seumur hidupku! Jeongmal gomaweoyo!!

“Ne, sama-sama. Aku harap kau akan mendapatkan kebahagiaan abadi dan tidak akan pernah kehilangan senyumanmu bersama namja itu. Sekarang tunggu apa lagi? Cepat temui dia!”Ucap Minhyuk dan aku pun langsung berlari menghampiri Kyuhyun yang sedang berdiri di tengah kerumunan para tamu yang masih kebingungan dengan ucapan yang dilontarkan oleh Minhyuk tadi.

“K-Kyuhyun-ah…”Ujarku sambil menatap kedua matanya yang terlihat sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi sekarang.

“Aku… Mencintaimu…”Lanjutku dan langsung memeluknya seerat mungkin. Aku tidak ingin kehilangan dirinya lagi.

“Sung Ah-ya… Apa maksudmu? Pertunanganmu…”

“Dasar pabo! Bukankah kau sudah mendengarnya sendiri tadi? Pertunanganku dibatalkan! DIBATALKAN!!”Ucapku sambil memegangi kedua pipinya.

“Maksudmu…”Gumamnya tidak percaya dan aku pun hanya menganggukkan kepalaku beberapa kali. Dalam sekejap dia pun sudah memeluk tubuhku kembali.

“Gomaweo… Gomaweoyo… Aku juga mencintaimu…”Balasnya dan kami pun semakin mempererat pelukan kami. Semua tamu yang sedang melihat kami… Semua reporter yang tengah sibuk mengambil gambarku dan Kyuhyun… Aku tidak peduli dengan itu semua. Bagiku yang terpenting sekarang adalah aku dan Kyuhyun bisa bersama lagi. Kyuhyun-ah… Saranghaeyo. Aku sangat mencinatimu…

 

TO BE CONTINUED…

Advertisements

16 thoughts on “|FF| You’re an Alien! Part 12 – Smile

  1. Eon, Aku beri waktu 1minggu nih ff harus udah ada lanjutan ny! Kekeke 😀
    Bercanda eon..
    Keep writing eon! Supaya lanjutan nya cepet jadi 😀

  2. aigoo..eonni telat lagi bacanya…mian..
    ini pertunangannya langsung batal gitu aja saeng?
    g ada hambatan dari ibunya sung ah misalnya?
    wooah..udh mau end ajah..fighting uri saengiii! 😀

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s