|FF| Crazy Little Thing Called Love

Title : Crazy Little Thing Called Love

Author : Im Cho Sun

Genre : Romance, Comedy, Friendship, School Life

Length : Oneshoot (18 Pages)

Rating : PG-13

Main Cast :
Cho Kyuhyun
Bok Sung Ah (OC)

Support Cast :
Lee Ji Eun
Lee Donghae

Disclaimer :

Annyeonghaseyo!
FF ini pure milik Saya. No plagiarism! FF ini belum pernah di share dimana pun dan sebagian isinya terinspirasi dari pasangan Milky Couple (Jason & Kim Pil Sook) dalam drama Dream High. Maaf jika ada tata bahasa yang menyalahi aturan EYD dan typo yang bertebaran dimana-mana karena FF ini sudah mengalami berpuluh-puluh perombakan yang tidak terlalu penting sebenarnya. Hehehe 😀

HAPPY READING!! ^_^

Featured image

*******

Disuatu pagi yang terik tampak seorang gadis mungil sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Kamar gadis tersebut sangat berantakan! Kertas berhamburan dimana-mana dan berbagai bungkus makanan ringan berserakan di atas mejanya. Tidak hanya itu saja, dibawah mata gadis itu pun terdapat sebuah lingkaran hitam yang cukup pekat warnanya.

Gadis itu bernama lengkap Bok Sung Ah. Ia adalah seorang gadis yang telah bergelut dalam bidang penulisan novel selama kurang lebih satu tahun lamanya. Dan salah satu novelnya minggu kemarin telah menjadi buku best seller yang tentu saja membuat nama pena nya menjadi melejit.

Kenapa hanya nama pena? Karena Sung Ah masih berstatus sebagai seorang siswi di sebuah sekolah yang cukup ternama di Seoul dan dia tidak mau orang-orang disekitarnya tahu bahwa Ia adalah seorang penulis. Ia tidak mau diganggu dengan pertanyaan seperti ‘Kapan kau akan membuat novel baru lagi?’ ‘Kapan novelmu akan terbit?’ dan sebagainya. Sung Ah tidak suka ditanyai seperti itu secara langsung karena jujur saja jika hal itu terjadi Sung Ah akan merasa sangat tertekan dan malah akan berhenti menulis. Baginya cukuplah di dunia maya saja hal itu terjadi.

Saat Sung Ah sedang berkonsentrasi penuh membuat project novel fanfiction barunya, handphone putih yang tergeletak di samping laptopnya pun berdering dan menampilkan nama ‘Lee Ji Eun’ disana. Dengan segera Ia pun menghentikan pekerjaannya dan mengangkat telepon dari teman karibnya itu.

 

Yoboseyo?

“YAK!! Bok Sung Ah!! Neo eodiga?!!!”Teriak seseorang yang ada di seberang teleponnya.

Yak! Waeyeo? Kenapa kau berteriak seperti itu eoh?”

“Justru aneh kalau aku tidak berteriak! Sekarang kau ada dimana eoh?!”

Naega? Aku ada di asrama. Memangnya kenapa?”Tanya Sung Ah sambil meminum kopinya yang Ia seduh beberapa waktu yang lalu.

“Yak! Micheosseo?! Jangan katakan jika kau lupa hari ini adalah hari keberangkatan study tour kita!!”

Mwo?! Study tour?! Itu hari ini?!! Aigo~ Jam berapa kita berangkat?!”

“Jam 9! Cepatlah atau kau akan ditinggalkan!!”

“Masih ada satu jam lagi! Aku akan segera kesana! Annyeong!”Seru Sung Ah lalu segera menutup sambungan teleponnya.

 

Dengan gerakan cepat Sung Ah pun langsung pergi ke kamar mandi kemudian langsung mengepak barang-barangnya secepat kilat. Setengah jam kemudian Ia pun langsung keluar berlari menuju gerbang sekolahnya yang cukup jauh dari asrama. Dengan kecepatannya sekarang, Ia baru akan sampai di gerbang sekolah setelah 10 menit.

 

Yak! Bok Sung Ah! Cepatlah!!”Seru Ji Eun di depan sebuah bus wisata yang akan membawa mereka untuk study tour nanti.

“Haah! Haahh!! Aigo~ Kenapa jarak asrama dan gerbang sekolah kita itu jauh sekali eoh?”Gerutu Sung Ah sambil mengatur nafasnya.

Yak! Itu salahmu sendiri kenapa bisa lupa dengan hari keberangkatan study tour kita!”

“Aish! Ne! Ne! Ini semua memang salahku!”

“Apa kau sudah membawa semuanya?!”Tanya Ji Eun.

“Tentu saja! Kali ini aku tidak akan melupakan apapun!”

“Benarkah? Baju?”

“Ada”

“Baju dalam?”

“Tentu saja aku membawanya!”

“Sikat gigi?”

“Ahh… Itu dia! Aku lupa membawanya! Tapi ya sudahlah aku akan beli saja nanti.”

“Aish kau ini!”Desis Ji Eun sambil menatap teman karibnya itu.

“Oh iya! Bagaimana dengan novel barumu??”

“Sudah kubilang berhenti menanyakan hal— Abatta!!! Laptopku!! Aku belum menyimpan file novelku tadi!!!”Seru Sung Ah saat mengingat bahwa tadi file novelnya belum Ia simpan.

“A-Aku harus kembali sekarang!!”Seru Sung Ah.

Micehosseo?! Kalau kau melakukannya kau tidak akan sempat kembali kemari pabo!”

“Ta-Tapi novelku!”

“Hmm… Bukankah Kyuhyun masih ada di dorm? Bagaimana kalau kau hubungi saja dia! Minta agar Ia menyimpan file mu!”

“Ah! Benar juga! Evil itu!”Ucap Sung Ah lalu segera menghubungi Kyuhyun.

Yoboseyeo…”Ucap seseorang di seberang sana.

“Ah! Kyuhyun-ah! Apa kau masih ada di dorm?”

“Hm, ne. Aku masih ada di lantai dua. Memangnya kenapa?”

“Ah!! Berhenti disana!!!”Teriak Sung Ah dan membuat Kyuhyun yang baru saja akan melangkahkan kakinya menuruni tangga ke lantai satu pun berhenti.

“Waeyeo?!”Tanya Kyuhyun bingung.

“Itu! Aku mau meminta tolong padamu! Tolong kau pergi ke kamarku dan simpan file yang sedang terbuka di laptopku! Ne?! Aku mohon!”

“Eung? Tapi kenapa?”

“Sudahlah! Lakukan saja apa yang aku katakan! Tolonglah! Sekarang hidup dan matiku tergantung padamu!!”

“Baiklah… Tapi, apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu eoh?”

“Kita bicarakan itu nanti saja! Cepatlah!”

“Ok! Aku akan melakukannya! Berapa password kamarmu?”

“0410! Gomaweoyeo! Aku tidak akan pernah melupakan jasa mu ini! Jeongmal gomaweoyo!!!”Ucap Sung Ah lalu memutuskan sambungan teleponnya dengan hati yang lega.

Eotte?”Tanya Ji Eun.

“Dia mau melakukannya! Hahh~~ Syukurlah!!”Ucap Sung Ah lega.

 

KYUHYUN’s POV

 

Akhirnya selesai juga aku mengepak barang-barangku kedalam koper. Hari ini sekolah dimana tempat aku belajar mengadakan study tour selama seminggu penuh di desa kecil yang cukup jauh dari Seoul. Walaupun terpencil tapi kudengar tempat itu sangat indah. Sebenarnya aku juga tidak tahu itu dimana, nama tempatnya pun aku lupa. Tapi ya sudahlah! Lagi pula tidak mungkin aku akan tersesat di dunia yang serba modern seperti ini. Jika aku lupa jalan aku tinggal membuka GPS. Mudahkah? Hidup itu simple baby!

Study tour ini hanya boleh diikuti oleh siswa yang ada di asrama B saja. Kenapa? Karena asrama kami menjadi juara umum dalam perlombaan antar asrama yang disebut ‘Dorm Competition’ minggu kemarin. Lomba itu adalah lomba yang paling ditunggu-tunggu setiap tahunnya karena hadiah yang di berikan selalu melampaui kata ‘Luar Biasa’.

Dan tentu saja semua penghuni asrama kami tidak akan menyia-nyiakannya. Apa kalian tahu? Siang dan malam aku terus mengerjakan soal matematika serta latihan bernyanyi demi untuk mendapatkan juara pertama dalam lomba Dorm Competition. Tidak hanya aku, tapi semua siswa juga begitu. Ada Lee Ji Eun yang mengikuti lomba menyanyi perempuan, Lee Hyuk Jae yang mengikuti lomba dance, Choi Siwon yang mengikuti lomba lompat jauh dan yang paling parah adalah Bok Sung Ah! Dia adalah satu-satunya siswa di asrama kami yang mengikuti lomba menulis. Aku masih bisa mengingatnya dengan jelas saat hari dimana penyerahan naskah dia datang dengan lingkaran hitam yang sangat parah dibawah matanya serta rambut yang seperti sarang burung! Penampilannya benar-benar berantakan!

 

FLASHBACK

 

“B-Bok Sung Ah?”Ucapku kaget setelah melihat siapa yang mengetuk pintu kamarku tadi. Penampilannya sangat acak-acakan! Bayangkan saja! Rambutnya sangat berantakan, lingkaran hitam tebal ada di matanya, serta kaca mata yang biasa dia pakai saat belajar pun miring. Selain itu wajahnya pun terlihat sangat kelelahan. Sebenarnya ada apa dengan anak ini?!

“Kyuhyun-ah!”Serunya dan langsung menerobos masuk kedalam kamarku kemudian duduk di bangku terdekat.

Ya! Ada apa kau kemari?”Tanyaku heran. Dengan gerakan cepat Ia pun segera menyodorkan setumpuk kertas padaku sambil menundukkan kepalanya.

“Tolong aku! Aku sudah tidak kuat lagi!”Ucapnya. Mwo? Apanya yang tidak kuat?

“Tolong berikan naskah ini ke juri! Aku tidak sanggup lagi untuk kesana! Aku sudah terlalu lelah! Asalkan kau tahu saja, jika aku tidak menahannya bisa-bisa aku tidur sambil berdiri! Tolong aku!”Ucapnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis ini?

Aigo~ Kenapa harus aku eoh?”

“Karena kau satu-satunya orang yang tersisa di gedung ini! Semua orang sudah pergi mengikuti perlombaan! Tolong aku!”Mohonnya dengan amat teramat. Aku yang kasihan melihatnya pun mengambil naskah itu dari tangannya.

“Peach’s Love of Evil Couple? Apa ini?”

“Itu naskah untuk lomba menulis FF yang diadakan club K-Popers.”

“Fanfiction? Siapa castnya?”

“Hm, itu…”

Mwo?! Cho Kyuhyun?! Kenapa kau menggunakan nama orang tanpa izin eoh?”

“Aish! Itu karena aku terburu-buru! Asal kau tahu saja! Aku mengerjakan naskah 35 lembar itu dalam waktu semalam pabo! Selain itu aku juga masih harus mengeditnya. Mana sempat aku meminta persetujuanmu dulu!”

“Tapi kenapa harus aku?”

“Itu adalah saran Ji Eun karena dia mengatakan kalau hampir semua member Club K-Popers itu Sparkyu! Jadi apa boleh buat, ku pakai saja namamu yang tercantum sebagai salah satu member Super Junior itu.”

“Jadi kau melakukannya karena terpaksa?”

“Memang iya! Lagi pula satu-satunya idolaku itu adalah Donghae Oppa seorang! Ah~ Fishy Oppa!”

Mwo? Kau menyukai ikan Mokpo itu? Aigo~ Lalu kenapa kau tidak memakai namanya saja eoh?! Sudahlah aku akan mengantarkan ini dulu. Dan sebaiknya kau segera mengistirahatkan tubuh kecilmu itu! Apa kau tahu seperti apa wujudmu sekarang?”

“Memangnya seperti apa?”

“Seperti seekor panda dari planet Mars yang mengalami kecelakaan saat akan mendarat di bumi!”

Mwo?! Kau mengatakan aku Alien Panda begitu?!! Ya!! Apa kau ingin mati eoh?!!”Teriaknya dan aku pun langsung keluar melarikan diri dari amukan Alien Panda itu.

 

FLASHBACK END

 

Saat aku baru saja akan menginjakkan kaki di anak tangga pertama yang akan membawaku menuju lantai satu, handphone Samsung galaxy Note III milikku pun berdering. Dan saat aku melihat nama yang tercantum di layar ponsel hitamku ini, sebuah senyuman pun perlahan-lahan muncul menghiasi wajahku yang memang sudah tampan sejak lahir.

 

Yoboseyeo…”Ucapku menjawab panggilan dari Alien Panda itu.

“Ah! Kyuhyun-ah! Apa kau masih ada di dorm?”

“Hm, ne. Aku masih ada di lantai dua. Memangnya kenapa?”

“Ah!! Berhenti disana!!!”Teriak Sung Ah dan membuat langkah kakiku yang baru saja akan menuruni tangga ke lantai satu pun berhenti.

Waeyeo?!”Tanyaku bingung. Ada apa dengan alien panda satu ini eoh?

“Itu! Aku mau meminta tolong padamu! Tolong kau pergi ke kamarku dan simpan file yang sedang terbuka di laptopku! Ne?! Aku mohon!”

“Eung? Tapi kenapa?”Tanyaku bingung. Bahkan ini masih pagi dan otak anak ini sudah konslet saja.

“Sudahlah! Lakukan saja apa yang aku katakan! Tolonglah! Sekarang hidup dan matiku tergantung padamu!!”Sebenarnya apa yang sedang di lakukan anak ini?

“Baiklah… Tapi, apa yang akan aku dapatkan jika aku membantumu eoh?”Tanyaku sambil membuat sebuah evil smirk yang menjadi andalanku. Tentu saja aku tidak akan mau melakukannya secara cuma-cuma. Apalagi untuknya, entah kenapa rasanya ada sesuatu yang menggelitik ketika aku melakukan aksi evil ku padanya.

“Kita bicarakan itu nanti saja! Cepatlah!”

“Ok! Aku akan melakukannya! Berapa password kamarmu?”

“0410! Gomaweoyeo! Aku tidak akan pernah melupakan jasa mu ini! Jeongmal gomaweoyo!!!”Ucap nya lalu menutup sambungan telepon.

“Bulan april tanggal 10? Apakah itu adalah hari ulang tahunnya? Hm, sudahlah! Lagi pula itu bukan urusanku.”Gumamku lalu segera menuju kamarnya yang berada tidak jauh dari tempatku berada sekarang.

“Omona…”Ucapku saat melihat isi kamar Alien Panda ini. Aigo~ Dia itu yeoja atau namja eoh?! Bahkan kamarku pun jauh lebih rapi dari pada ruangan ini. Aish~ Sudahlah! Dimana laptop yeoja itu eoh?

“Ah! Itu dia!”Seruku saat melihat sebuah benda berwarna hitam yang cukup familiar dimataku. Dan saat aku telah menyimpan data yang diminta Sung Ah tadi, hatiku berdesir ketika membaca dua buah kalimat yang tiba-tiba muncul di layar laptop ini.

“Kyuhyun-ah… Saranghae?”Gumamku sambil membaca sebuah kalimat yang belum selesai diketik ini.

“Ige mwoya? Dia menulis FF tentangku lagi? Aish~ Padahal aku sudah mengatakan padanya kalau dia harus meminta izinku terlebih dahulu. Dasar Alien Panda nakal! Lihat saja! Aku pasti akan menagih uang pembayaran sebagai pemeran novel ini. Dimana aku menyimpan flashdisk-ku?”Gumamku sambil meraba-raba kantung bajuku dan tidak beberapa lama kemudian aku pun menemukannya. Setelah memindahkan beberapa dokumen yang sepertinya merupakan naskah-naskah novel yang telah dibuat Sung Ah aku pun segera meninggalkan dorm dan berlari menuju gerbang sekolah.

 

To : Lee Ji Eun

Yak! Kau berada di bus nomor berapa?

 

“And… Send!”Gumamku saat telah berada di dekat bus yang lima menit lagi akan mengantarkan semua penghuni asrama B untuk berlibur ini. Apakah kalian bertanya-tanya kenapa aku mengirimkan pesan seperti itu pada Ji Eun? Kalau iya, kalian akan mengetahui jawabannya sebentar lagi. Hehehe

 

From : Lee Ji Eun

Naega? Aku ada di bus nomor dua. Memangnya kenapa?

 

Setelah membaca balasan pesan dari Ji Eun yang beberapa detik yang lalu masuk ke ponsel hitamku, aku pun segera memasuki bus nomor dua yang memang telah berada di hadapanku. Dan saat aku benar-benar memasuki kendaraan ini, mataku langsung menangkap sosok seorang yeoja bernama lengkap Lee Ji Eun yang tengah duduk di barisan nomor dua di bus ini. Dengan beberapa kode sederhana aku pun menyuruhnya untuk pindah dari tempat duduknya.

 

“Wae?!”Tanyanya bingung.

“Aish~ Pindah saja sana!”Balasku dan akhirnya dia pun menyerah melawan kehendakku yang bisa dibilang cukup kuat ini.

“Cho… Kyuhyun?”Gumam yeoja yang duduk di sebelahku. Tapi tunggu dulu! Siapa dia?!

“Yak! Neo nuguya!?”Ujarku saat menyadari kalau orang yang ada di sebelahku sama sekali tidak aku kenali.

“Naega? Aku Choi Chaerin…”

“Mwo? Choi apa tadi?! Aish! Yak! Lee Ji Eun! Dimana dia?!”Tanyaku pada Ji Eun yang duduk di bangku belakang.

“Nugu?!”

“Memangnya kau pikir siapa lagi eoh?! Tentu saja Bok Sung Ah si Alien Panda itu!”Ucapku kesal.

“Kau mencari Sung Ah? Dia ada di bus nomor empat. Bukan disini.”Jawabnya. M-Mwo?!! Bus empat katanya!? Aish! Kenapa kali ini mereka berpisah eoh?!

“Kenapa kau tidak mengatakannya padaku eoh?! Hah! Merepotkan saja!”Ujarku lalu segera berlari menuju bis ke empat yang berada di belakang sekali. Dan saat aku telah sukses memasuki bis yang satu menit lagi akan berangkat ini, ternyata dia benar-benar ada disini. Dia duduk di belakang sambil melihat ke luar jendela. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh kepala kecilnya itu. Dan beruntungnya aku ternyata tidak ada seorang pun yang duduk disampingya. Dengan segera aku pun langsung mengambil alih tempat duduk kosong yang ada di sebelahnya itu.

“N-Neo…”Ucapnya dengan nada suara yang terdengar agak kaget saat tiba-tiba aku duduk disampingnya.

“Hah~ Kau benar-benar telah membuatku berolahraga pagi ini Alien Panda…”Balasku lalu mulai menata barang-barang bawaanku.

“Ne? Apa maksudmu? Jangan-jangan karena aku meminta tolong padamu tadi kau hampir ketinggalan bus?”Ucapnya dan berhasil membuat sebuah kekehan kecil pun keluar dari mulutku.

“Hmm, bisa dikatakan begitu. Aku hampir ketinggalan bis karenamu.”

“J-Jeongmalyo? Aigo~ Kalau tau akan jadi begini lebih baik aku tidak meminta tolong padamu tadi. Mianhae…”

“Sudahlah… Lagi pula karena menolongmulah aku bisa menemukan sesuatu yang bagus.”

“Ne? Apa maksudmu?”

“Kau ketahuan membuat FF menggunakan namaku lagi Alien Panda!”

“M-Mwo?! Jadi kau membaca naskah novelku eoh?!”

“Yah bisa dibilang begitu. Aku hanya membaca sedikit tadi tapi disana tercantum namaku. Jadi aku akan meminta bayaran padamu karena telah menjadikanku sebagai tokoh dalam novelmu.”

“Mwo?! Bayaran? Kenapa begitu? Lagi pula aku hanya meminjam namamu saja. Selain itu kenapa hanya aku yang harus membayar karena menggunakan namamu sebagai pemeran dalam FF ku eoh? Bagaimana dengan ratusan author lain yang ada di luar sana? Kenapa kau tidak meminta bayaran pada mereka juga eoh?”

“Itu karena aku mengenalmu. Sedangkan author lain yang kau sebutkan itu, belum tentu aku mengenal mereka. Jadi bagaimana?”

“Aish~ Alasan macam apa itu?! Kalau memang karena hal itu, aku benar-benar merasa menyesal karena telah bertemu denganmu!”

“Mwuragu?! Disaat ribuan orang didunia ini ingin bertemu denganku, kau malah menolak kehadiranku eoh? Dasar yeoja pabo!”Ucapku lalu mendorong dahinya beberapa kali.

“Cih~ Saat mereka mengetahui sifat aslimu yang seperti ini, aku yakin tidak ada satu pun dari mereka yang masih ingin bertemu denganmu. Lagi pula untuk apa kau duduk disebelahku eoh? Bukankah di sana masih ada kursi kosong? Pergilah dan biarkan perjalanan ini menjadi tenang untukku.”Usirnya. Aish~ Kata-kata yeoja ini benar-benar membuatku merasa seperti seekor serangga dihadapannya.

“Mwo?! Jadi kau menganggapku sebagai pengganggu begitu? Shireo! Aku tidak mau pergi! Selain itu bangku ini belum ada yang mendudukinya. Jadi aku berhak untuk duduk disini.”

“Siapa yang mengatakan kalau bangku itu belum ada yang punya eoh? Gara-gara kau mendudukinya, Donghae Oppa malah duduk dengan orang lain. Padahal kami sudah berjanji untuk duduk bersebelahan.”Balasnya. Mwo? Donghae hyung? Dia kenal dengan Donghae hyung?!

“Memangnya apa hubungan kalian berdua sampai-sampai dia mau duduk disebelah yeoja seperti mu eoh?”Tanyaku dengan nada suara yang meremehkan untuk menutupi rasa penasaranku yang sudah meletup-letup sekarang.

“Aku adalah yeojachingunya. Apa kau puas?”Jawabnya dan aku pun langsung menoleh kea rah yeoja berambut panjang ini. Apa katanya tadi?! Dia dan Donghae hyung…

“M-Mwo?! Yeo-Yeojachingu?”Tanyaku tidak percaya. Aigo~ Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba tubuhku terasa sangat lemas?

“Ne, wae?!”Ujarnya dengan nada suara yang sangat angkuh sambil menatapku tajam. Dan aku? Aku hanya memalingkan pandanganku dari wajahnya. Jujur saja, ini sangat mengagetkan bagiku.

“Hah! Arasseo! Arasseo!! Aku akan bertukar tempat dengan Donghae hyung agar kalian bisa berpacaran di sepanjang perjalanan!”Celetukku lalu segera menghampiri Donghae hyung yang duduk tepat di seberang tempat dudukku.

 

Sung Ah’s POV

 

“Hah! Arasseo! Arasseo!! Aku akan bertukar tempat dengan Donghae hyung agar kalian bisa berpacaran di sepanjang perjalanan!”Ucapnya dan langsung menghampiri tempat duduk Donghe Oppa. Eo-Eotteokkeh? Kenapa dia benar-benar memanggil Donghae Oppa kemari? Padahal saat aku mengatakan kalau Donghae Oppa tadi adalah namjachinguku, itu hanyalah sebuah kebohongan semata untuk mengusirnya dari sebelahku. Aigo~ Eotteokkeh?!

“Hyung! Aku ingin duduk disini, kau pindahlah ke sana!”Ujar Kyuhyun saat telah berada tepat di depan Donghae Oppa.

“Aish! Dasar evil itu!! Yak! Cepat duduk lah saja disini dan biarkan Donghae Oppa disana! Ah! Dasar Sung Ah pabo! Lagi pula untuk apa kau berbohong kalau Donghae Oppa itu adalah namjachingumu eoh?! Pabo! Pabo!”Rutukku dalam hati lalu memukul-mukul pelan kepalaku. Aish! Kalau dia benar-benar pindah kemari apa yang harus aku lakukan?!

“Jogiyo… Tadi Kyuhyun menyuruhku untuk pindah kemari, jadi bolehkah aku…”Ucap seseorang yang tiba-tiba telah berdiri di samping tempat dudukku. Dan saat melihat wujud orang yang memanggilku tadi, tubuhku langsung membeku seketika. Tubuhnya yang besar tinggi, wajah tampan bagaikan patung porselen. Eomma~ Apakah ini adalah mimpi?

“N-Ne…”Ucapku sambil menatapnya lekat-lekat seolah-olah tidak ingin melewatkan satu detik pun untuk memandangi karya Tuhan yang sangat menakjubkan di sebelahku. Dan saat Ia telah benar-benar terduduk di sebelahku, Ia langsung menoleh ke arahku yang masih memandanginya.

“Namaku Lee Donghae. Senang bertemu denganmu…”Ucapnya sambil mengulurkan tangannya padaku lalu tersenyum manis. Eomma! Eomma! Dia tersenyum padaku! Aigo~ Apakah aku sedang berada di surga sekarang?! Kyaa!! Bok Sung Ah! Kau adalah yeoja paling beruntung didunia!!

“Sung Ah… Namaku Bok Sung Ah.”Balasku lalu membalas uluran tangannya. Kyaa! Tangannya besar dan hangat. Joheunde! Joheunde!! Aku yakin 1000% kalau sekarang semua Elfishy sangat iri padaku!!

“Bok Sung Ah? Buah persik? Nama yang lucu. Ah iya, kau ada di kelas mana? Aku sempat beberapa kali melihatmu di asrama tapi sepertinya kita tidak pernah satu kelas. Jangan-jangan kau di jurusan melukis?”

“A-Anniyo… Aku dijurusan writing and producing.”

“Ah~ Jeongmalyo? Karena aku terlalu fokus di kelas Film & Acting kita jadi tidak pernah bertemu. Oh iya, tapi sepertinya kita akan berada di kelas yang sama nanti karena setelah liburan ini aku akan mengambil jurusan writing and producing. Itu pun kalau kau tidak pindah jurusan…”

“Selama aku bisa melihatmu aku tidak akan pernah pindah jurusan…”Gumamku tanpa sadar dan Donghae pun langsung menoleh padaku.

“Ne? Apa kau mengatakan sesuatu tadi?”

“Eh? Ti-Tidak ada. Aku tidak mengatakan apapun. Ah iya, bisakah aku memanggilmu Oppa? Aku adalah Elfishy…”

“Mwo?! Jeongmalyo? Kau adalah fansku? Tentu saja! Kau boleh memanggilku Oppa. Ah! Aku membawa beberapa permen. Apa kau mau?”Tanyanya sambil memberikan sebuah permen rasa cappuchino padaku.

“Kamshamnida…”Balasku sambil mengambil permen yang ada di tangannya lalu menundukkan sedikit kepalaku.

“Kekeke~ Kau sangat manis, tidak heran kalau ada banyak namja yang menyukaimu Sung Ah-ya…”Ucapnya dan membuatku langsung menengadahkan kepalaku untuk menatapnya.

“Apa maksud Oppa?”Tanyaku bingung tapi dia hanya tersenyum padaku lalu memejamkan matanya.

“Hmm, ya sudahlah! Lagi pula aku memang sudah manis dari lahir.”Ucapku dalam hati sambil terus mengulum permen rasa cappuchino di mulutku.

 

Satu jam… Dua jam… Tiga jam… Hah~ Sekarang sudah tepat 13 jam setelah kami meninggalkan sekolah. Jam di pergelangan tanganku pun sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Hmm, ini sangat membosankan karena hampir semua orang di dalam bis ini sudah tertidur. Tidak terkecuali Donghae Oppa yang duduk disampingku. Bahkan sejak pukul delapan tadi dia sudah masuk ke alam mimpi meninggalkanku yang sepertinya terkena insomnia ini untuk terus terjaga semalaman.

 

“Hah~ Sangat membosankan! Ponselku lowbat dan Donghae Oppa yang merupakan satu-satunya teman mengobrolku sudah tertidur. Sedangkan perjalanan ini masih menyisakan waktu lima jam lagi untuk sampai di tempat tujuan.”Gumamku sambil melihat kesekeliling bus yang diisi dengan orang-orang yang sedang tidur. Dan saat aku menoleh ke sebalah kiri aku melihat Kyuhyun sedang menatap kosong ke luar jendela. Dia belum tidur? Saat aku sedang menatapnya dalam diam tiba-tiba dia menoleh ke arahku. Sontak saja aku pun langsung memalingkan wajahku darinya.

 

Kyuhyun’s POV

 

“Apa itu? Dia sedang menatapku?”Tanyaku dalam hati saat tidak sengaja melihat Sung Ah yang sepertinya tengah melihat ke arahku. Dan saat aku menoleh ke arahnya dia langsung memalingkan wajahnya dariku. Kekeke~ Benar-benar yeoja yang lucu.

 

Hah~ Aku ingin tidur tapi aku tidak bisa membiarkan Donghae hyung untuk tidur disebelahnya. Entah kenapa ada rasa khawatir didalam dadaku ini jika aku melepaskan satu detik saja pengawasanku darinya. Dan karena aku memutuskan untuk pindah ke mari, perjalananku pun terasa semakin membosankan karena tidak ada seorang pun yang duduk di sebelahku.

 

“Mau kemana dia?”Gumamku saat melihat Sung Ah beranjak dari tempat duduknya menuju ke belakang bus.

“Oh… Ke toilet…”Lanjutku saat melihatnya masuk ke dalam toilet yang ada di bus ini. Hah~ Apakah aku benar-benar tidak bisa tidur malam ini? Coba saja kalau dia membiarkanku untuk duduk disebelahnya tadi mungkin sekarang aku sudah berada di dalam alam mimpiku.

“Hmm… Yeoja pabo…”Gumamku sambil melihat sebuah potret seorang yeoja di ponselku.

“Foti siapa itu?!”Tanya seseorang yang tiba-tiba berdiri disampingku.

“Aigo! Yak! Kau mau membuat jantungku melompat dari tempatnya eoh?!”Bentakku pada yeoja berambut panjang yang langsung duduk di sebelahku.

“Ssst! Jaga mulutmu itu Tuan Cho! Orang-orang sedang tertidur sekarang. Jangan ganggu mereka!”Ucapnya sambil menempelkan jari telunjuknya di depan mulut menyuruhku untuk diam.

“Aish~ Bukankah tadi kau yang mengagetkanku eoh?!”

“Hehehe, mian! Tadi aku hanya penasaran dengan foto yang ada di ponselmu tadi. Siapa dia? Yeojachingu-mu?”

“Itu bukan urusanmu. Kembalilah ke tempat dudukmu sana!”

“Hah~ Biarkan aku duduk disampingmu. Aku hampir mati karena bosan! Tidak ada seorang pun yang bisa aku ajak mengobrol!”

“Cih~ Seingatku tadi kau lah yang mengusirku.”

“Hmm, mianhae. Lagi pula itu salahmu sendiri kenapa tidak meminta persetujuanku terlebih dahulu untuk duduk disana.”

“Memangnya sekarang kau telah meminta persetujuanku untuk duduk di sini?”Balasku menyudutkannya dan dia pun hanya mengerucutkan bibirnya karena tidak bisa membalas ucapanku.

“Kenapa kau belum tidur?”Lanjutku sambil melihat ke arahnya.

“Kau sendiri kenapa belum tidur?”

“Yak! Kenapa kau malah balik bertanya eoh? Aku yang bertanya duluan padamu.”

“Aish~ Arasseo, arasseo… Aku tidak bisa tidur karena sepertinya aku sedang insomnia. Bagaimana denganmu?”

“Naega? Aku tidak bisa tidur karena sedang memikirkan seseorang.”Jawabku lalu membuat raut wajahnya berubah seketika. Ekspresi itu… Sepertinya dia kecewa. Tapi tunggu dulu! Kenapa reaksinya langsung berubah seketika? Dia langsung tersenyum cerah padaku. Apakah dia menjadi bersemangat saat mengetahui kalau aku sedang memikirkan seseorang?

“Mwo?! Jeongmalyo!? Siapa itu? Kau sedang memikirkan siapa? Yeoja atau namja?”

“Hmm… Yeoja…”

“Ne?! Yeoja?!! Apakah dia adalah yeojachingu-mu??”Tanyanya dengan sangat penasaran.

“Anni… Dia hanya seorang yeoja yang terus ada di pikiranku.”

“Ahh… Jadi ada seorang yeoja yang kau sukai tapi kau belum mengungkapkan perasaanmu padanya. Hmm, arasseo… arasseo…”

“M-Mwo?! Anniyo! Aku tidak menyukainya sama sekali!”Protesku terhadap ucapannya yang terdengar sangat aneh itu. Aku… Menyukai nya?! Maldo andwae!

“Aish~ Tidak usah malu Tuan Cho! Akui saja kalau kau menyukai yeoja itu.”

“Sudah aku bilang aku tidak menyukainya! Aku hanya memikirkannya saja!”

“Cih~ Dasar namja pabo! Aku dengar kau adalah seorang siswa yang pintar tapi ternyata semua itu hanya rumor semata. Jika kau terus memikirkan seseorang itu artinya kau menyukainya pabo! Seperti kata Kim Pil Sook dalam drama Dream High, orang yang kau sukai itu adalah orang yang sering kau pikirkan. Saat kau bahagia, orang yang kau sukai adalah orang pertama yang akan muncul di pikiranmu. Saat kau merasa sedih, orang itu adalah orang pertama yang muncul dalam benakmu. Dan yang paling penting adalah kau akan selalu berharap agar kau bisa terus berada di sisi orang tersebut selamanya.”

“Jeongmalyo?”

“Ne… Aku mempercayai hal itu. Tapi sayangnya kepalaku ini terlalu dipenuhi oleh banyak hal-hal yang tidak terlalu penting jadi ingatanku cepat sekali menghilang. Aku ingin menemukan orang yang aku cintai tapi aku sama sekali tidak bisa mengingat siapa orang yang lebih banyak menyita perhatianku. Saat aku berpikir kalau itu adalah Donghae Oppa yang notabenenya adalah idolaku entah kenapa ada sesuatu dalam diriku yang mengatakan kalau itu bukanlah jawaban yang tepat. Hah~ Sepertinya aku harus segera tidur sekarang. Bisakah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”Tanyanya sambil menatapku penuh harap.

“Lagu?”

“Ne, sebenarnya aku selalu mendengarkan lagu sebelum tidur. Tapi sayangnya ponselku sudah lowbat jadi aku tidak bisa tidur. Maukah kau melakukannya?”

“Hmm, karena kau telah memohon padaku aku akan melakukannya. Kau mau aku nyanyikan lagu apa?”

“Hope is a dream that doesn’t sleep. Aku menyukai suaramu saat menyanyikan lagu itu.”

“Mwo? Jadi kau selalu mendengarkan laguku sebelum tidur? Aish~ Kenapa kau tidak mendengarkan lagu Donghae Oppa-mu itu saja eoh? Bukankah dia adalah idolamu.”

“Yak! Memangnya kenapa eoh jika aku lebih menyukai suaramu dari pada Donghae Oppa?! Ya sudah kalau kau tidak mau! Aku tidak akan memaksa!”Balasnya lalu langsung memasang wajah cemberut. Sedangkan aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kecil.

“Na waerowododae… Neol sanggakhalddaen… Misuga naui eolgure beonjyeo…”Dengan perlahan yeoja di sebelahku ini pun menolehkan kepalanya ke arahku saat aku mulai menyanyikan lagu yang dimintanya.

“Na himdeureododwae niga haengbokhalddaen… Sarangi nae mam gadeukhi chaewo…”

“Gomaweo…”Gumamnya lalu tersenyum manis padaku.

“Tapi aku tidak bisa menyanyikannya dengan terlalu keras. Oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman. Himdeureodo nunggameumyeon ni meseubbeun…”

“Gwenchana, ini sudah cukup untukku.”Balasnya lalu mulai menundukkan kepalanya untuk menikmati nyanyianku.

“Ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli… Naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjanha…”

“Biasanya apa yang bisa membuatmu tertidur lelap?”Tanyanya dan membuat nyanyianku terhenti beberapa saat.

“Kehangatan… Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom. Neowa hamkke majubomyeon saranghalsu itdamyeon, dasi ireoseol geoya…”

“Apakah ini sudah cukup hangat?”Tanyanya lalu tiba-tiba menggenggam tangan kananku yang ada didekatnya.

“Apa yang kau lakukan?”Balasku balik bertanya dan hanya dibalas dengan sebuah senyuman lembut darinya.

“Aku hanya ingin melakukan hal yang sama seperti yang sedang kau lakukan padaku sekarang. Kau menyanyi untuk membuatku bisa tidur lalu aku menggenggam tanganmu agar kau bisa merasa hangat dan bisa tidur dengan nyenyak saat selesai menyanyikan lagu itu untukku.”

“Ah… Begitu…”Gumamku sambil melihat ke arah kedua tangan kami yang sedang menyatu sekarang. Tangannya tidak terlalu besar tapi entah kenapa hal ini bisa membuatku merasa hangat dan nyaman.

“Tunggu apa lagi? Lanjutkan nyanyianmu!”Pintanya sambil menatapku dengan raut wajah polosnya.

“Arasseo… Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul, himdeun sigan sokseodo deouk ddaseuhaetdeon… Huimangeun naegan jamdeulji anneun kkum…”

“Mianhae… Gomaweo…”Ucap yeoja yang duduk di sebelahku ini.

“Untuk apa? Sueobsi neomeojyeo biteuldaedo… Naneun ireohgeseo itjanha… Nae mam hanabbuninde…”

“Maaf karena aku telah berbohong padamu dan terima kasih karena berkatmu lah aku bisa berkenalan dengan Donghae Oppa…”

“Maksudmu!? Himdeul ttaemyeon niga… Ireohke himi dwaejullae… Neoreul hyanghae yeongweonhi…”

“Tadi aku berbohong saat mengatakan kalau Donghae Oppa adalah namjachinguku. Jeongmal mianhaeyo.”

“Kenapa kau melakukannya? Ireoke sangcheo soke seulpeumdeureul samkinchae. Miso jitneun nae moseubeul neo yege boyeo julge ijeneun apeuji anha…”

“Aku hanya bercanda tadi tapi kau langsung marah dan memutuskan untuk pindah tempat duduk. Apakah  mungkin kau cemburu?”

“Naega? Aku cemburu? Lalu bagaimana dengan ekspresimu yang tiba-tiba langsung berubah menjadi sedih ketika aku mengatakan kalau ada seorang yeoja yang selalu berada di pikiranku eoh?”

“Aish~ Yak! Aku yang duluan bertanya padamu!”

“Joha! Kalau begitu disaat hitungan yang ketiga kita menjawabnya bersama-sama. Ok?!”

“Ne, kajja!”

“Siap? Hana… Dul… Set!!”Ucapku tapi tidak ada satu pun dari kami yang buka suara. Haish! Ige jeongmalyo!!

“Yak! Kenapa kau tidak menjawab eoh?!”Ucapku protes.

“Lalu bagaimana denganmu!? Kenapa kau juga tidak menjawabnya?!”Balasnya tidak mau kalah.

“Aish~ Sudahlah! Lupakan… Lupakan…”

“Cih~ Dasar namja labil!”Desisnya lalu berdiri dari tempat duduknya.

 

Sung Ah’s POV

 

“Ne… Aku cemburu…”Ucapnya saat aku sudah akan berbalik ke tempat dudukku. Apa katanya tadi?!

“Kau…”Gumamku sambil menatapnya tidak percaya.

“Bagaimana denganmu?”Tanyanya sambil menatapku gelisah. Jantungku… Kenapa dia berdetak dengan begitu cepat?

“A-Aku…”

“Sung Ah-ya, kau belum tidur?”Tanya Kim seonsangnim yang tiba-tiba sudah berdiri didepanku.

“Eh… Ne, seonsangnim…”Jawabku lalu kembali duduk di sebelah Kyuhyun. Dan sesaat setelah Kim seonsangnim pergi menuju toilet aku pun menoleh kea rah Kyuhyun. Matanya sama sekali tidak menunjukkan kalau dia sedang berbohong padaku. Sorotan matanya menggambarkan perasaan yang penuh akan harap pada jawabanku.

“Eotteyo?”Tanyanya sekali lagi sambil menatapku dalam.

“Sebelum aku menjawabnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Apakah kau melihat naskah novel yang ada di laptopku tadi pagi?”Tanyaku tanpa mengalihkan sedikit pun pandanganku darinya.

“Ne… Tapi hanya sedikit.”

“Bukankah disana ada dua dokumen yang terbuka?”Lanjutku dan dia pun hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaanku.

“Sebenarnya diantara kedua dokumen itu hanya ada satu yang merupakan naskah novelku. Sementara itu yang satunya lagi…”

“Maksudmu dokumen yang hanya berisi dua kata itu…”Ucapnya dan aku pun langsung menganggukkan kepalaku.

“Nado. Aku juga cemburu…”Jawabku lalu langsung menundukkan wajahku karena tidak berani menatapnya.

“Ya~ Alien Panda… Saranghae…”Ucapnya lalu tersenyum padaku.

 

Sebenarnya ini agak aneh menurutku… Kalau diingat-ingat dulu kami bukanlah sepasang sahabat yang bisa dibilang mempunyai hubungan yang rukun. Saat kami berdua bertemu dia pasti akan melakukan hal-hal aneh yang akan membuatku marah dan kesal. Begitu pun aku, saat aku menemuinya aku pasti akan merepotkannya dengan berbagai hal. Entah kenapa setiap kali aku membutuhkan pertolongan dia adalah orang pertama yang akan muncul di benakku.

Walaupun awalnya dia akan menggerutu saat aku meminta pertolongan tapi dia tetap akan melakukannya untukku. Begitu pula aku, saat dia melakukan berbagai aksinya untuk mengerjaiku, paling aku hanya akan mengomel tidak jelas dan merutukinya sesaat. Setelah itu aku tidak akan memperdulikannya lagi. Bahkan untuk membalas perbuatannya padaku pun tidak pernah terlintas di pikiranku.

Aku ini polos atau bodoh? Dengan mudahnya aku bisa jatuh hati padanya. Tapi yah sudahlah, yang jelas aku menyukai hal ini. Menyukai sebuah hal gila yang disebut dengan cinta… Aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Biarlah Tuhan yang akan mengatur takdirku dengan namja evil ini. Yang jelas aku tidak akan menolak perasaanku lagi padanya. Aku mencintainya… Saranghae nae evil prince…

 

THE END

Annyeonghaseyo readerdeul!! ^_^ Long time no see!!
Maaf karena author baru muncul sekarang setelah berbulan-bulan hilang tanpa jejak meninggalkan kalian semua. Sekali lagi joseonghabnida!! *bow-bow*
Sebenernya author udah lama pengen ngeshare nih FF di blog tapi kemaren terjadi gangguan yang entah kenapa membuat author tidak bisa mengkopi teks dari Ms.Word ke lembar kerja wordpress. Untungnya sekarang udah bisa lagi ^_^ Ah iya, bagi yang menunggu kelanjutan MWLS diharapkan untuk sabar ne? 😉 Insyaallah nanti author lanjutin lagi hehehe. Annyeonghaseyo!!

Advertisements

5 thoughts on “|FF| Crazy Little Thing Called Love

  1. Hahaha waaahhh so sweeettt deh.
    aku pikir ceritanya mirip film thailand soalnya judulnya sama haha ternyata beda
    Kalo dibikin sequel kayaknya seru nih,nyeritain kisah kyu sama sungah waktu di tempat studytour nya haha. Tapi semua itu terserah authornya ajaa ^^
    Keep writing,ditunggu karya selanjutnya :))

  2. Setauku judul ff ini sama kaya judul suatu film thailand..aku gk tw jln ceritanya sama atau engga karna aku blm nntn filmnyaa xD

    walaupun begitu, aku gk peduli, pokok ya harus sequel, duuh><!! kereeeen! aku jg gk nu typo dari tadi (y) atau aku yg gk pekaa? ciee yg gk pekaaa

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s