|FF| 100 Days

Title : 100 Days

Author : Im Cho Sun

Genre : Fantasy, Romance, Comedy, Sad (?),Friendship, School Life

Length : Oneshoot (11 Pages)

Rating : PG-13

Main Cast :
Cho Kyuhyun
Bok Sung Ah

Support Cast :
Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk
Bok Sung Ah’s Harabeoji

Disclaimer :

FF ini pure milik Author Im Cho Sun! No plagiarism! FF ini belum terinspirasi dari berbagai drama korea ^_^ Maaf jika terdapat banyak kata maupun kalimat yang tidak sesuai dengan EYD dan typo yang berkeliaran dimana-mana maupun alurnya yang terkesan terlalu cepat.

HAPPY READING!! ^_^

 

 

100 Days

*******

“Saat cinta berubah menjadi pengorbanan”

 

*******

 

Sung Ah’s POV 

Layaknya sebuah sekolah pada umumnya, tawa dan celotehan orang-orang yang berada disini tidak akan ada habisnya. Entah itu masalah pelajaran, entertainment, kehidupan seseorang maupun kejadian-kejadian yang telah berlangsung. Mereka selalu membicarakan topik yang sama berulang-ulang tanpa henti. Rasanya aku ingin menutup rapat-rapat telingaku agar tidak bisa mendengar semua ini, tapi mau bagaimana lagi? Nasibku sudah terlalu buruk untuk menolaknya. Menolak hal yang paling aku benci didunia… Indra keenamku.

 

“Apa yang kau inginkan?”Tanyaku dingin kepada seseorang yang tengah berdiri dibelakangku tanpa menolehkan kepalaku sama sekali. Sekarang aku tengah menikmati makan siangku di cafetaria sekolah sendirian. Yah, walaupun sekarang aku tidak lagi sendirian karena orang ini.

“Aish… Tidak bisakah kau membiarkan aku mengejutkanmu sekali saja?”Balasnya dengan kesal lalu segera mengambil posisi duduk di sebelahku.

“Memangnya kalau kau berhasil mengagetkanku, apa yang akan terjadi? Indra keenamku akan menghilang? Kalau benar maka aku akan memintamu untuk melakukannya setiap hari!”

“Yak, Bok Sung Ah! Apakah kau sangat tidak menyukai kelebihanmu itu eoh? Seharusnya kau itu bisa mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan padamu! Bukankah di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan sepertimu?”

“Yak, Cho Kyuhyun! Kalau begitu kau saja yang memiliki kekuatan ini! Apa kau pikir aku menginginkannya? Dari senin sampai minggu, dari jam 12 malam sampai kembali lagi ke tengah malam aku harus mendengarkan obrolan orang-orang yang sama sekali tidak ingin kudengar. Bahkan dalam radius satu kilometer pun aku masih bisa mendengar ucapan mereka dengan sangat jelas. Apakah kau pikir duniaku ini sangat nyaman eoh? Ditambah lagi dengan kemunculan makhluk-makhluk aneh seperti yang ada disampingmu itu! Mereka selalu saja mengagetkanku setiap hari. Belajar, berangkat sekolah, bahkan tidur pun tidak bisa kulakukan dengan benar! Lihatlah seberapa pekat lingkaran hitam dibawah mataku! Apa kau masih menyuruhku untuk mempertahankan indra keenam yang bahkan tidak membawa manfaat sama sekali padaku ini?!”

“Aish… Arasseo, arasseo… Aku tidak akan mengatakan hal itu lagi padamu. Tapi kenapa kau tidak makan dengan teman-temanmu?”Tanyanya dan langsung membuatku terdiam seketika. Dia ini bodoh atau pura-pura lupa? Sejak kapan aku mempunyai teman selain dia?

“Kenapa kau menanyakan hal semacam itu? Bukankah kau sudah tahu jawabannya? Tidak ada orang yang mau mendekatiku setelah tahu mengenai indra keenamku.”

“Cih~ Kau mengatakannya lagi. Bukankah sudah ratusan kali aku mengatakan padamu kalau itu hanyalah sebuah alasan? Bukan alasan bagi mereka untuk menjauhimu tapi alasan bagimu untuk menghindari mereka.”

“Memangnya apa yang harus aku lakukan? Kau sudah mengenalku lebih dari sepuluh tahun. Jadi berhentilah menasehatiku, Tuan Cho…”Ucapku lalu meminum milkshake coklat yang sedari tadi berada di depanku.

“Yak, Kyuhyun-ah, kau berkencan lagi dengan istrimu eoh?”Ujar seseorang yang tiba-tiba duduk di depan kami berdua. Aish, Dia lagi! Lee Hyukjae atau lebih dikenal dengan nama Eunhyuk, kelas 2-5, dia adalah teman Kyuhyun dan salah satu orang yang selalu membuatku kesal setiap hari karena tidak bisa berhenti mengatakan hal-hal aneh saat aku sedang bersama dengan Kyuhyun.

“Ne, wae? Apakah kami terlihat sangat romantis hari ini?”Balas Kyuhyun lalu merangkul bahuku. Ck~ Dasar namja ini! Kenapa dia selalu seperti ini eoh? Setiap kali Eunhyuk mengganggu kami dia akan langsung melakukan skinship. Walaupun dari kecil kami memang sudah terbiasa melakukannya aku tetap merasa malu. Selain itu, meskipun aku tidak cantik dan feminim seperti yeoja pada umumnya tapi tetap saja aku ini adalah seorang remaja perempuan. Pipiku akan tetap tetap merona jika dia melakukannya didepan banyak orang.

“Yak! Sudah berapa kali aku mengatakan untuk berhenti melakukannya? Kita itu hanya sahabat! Baik sepuluh tahun yang lalu, sekarang, maupun dimasa depan kita itu sahabat! Tidak lebih! Apakah kau tidak ingat bagaimana rasa kepalan tanganku ini satu bulan yang lalu karena tiba-tiba kau mencium pipiku eoh? Apa kau mau aku melakukannya lagi hari ini?!”Ucapku kesal. Hah~ Kadang-kadang tingkat kegilaannya memang sering melampaui batas. Hmm, sepertinya aku harus segera mencarikan seorang yeojachingu untuknya.

“Kenapa kalian terus saja bertengkar? Apakah itu tidak melelahkan? Ah iya Sung Ah-ssi, apakah kau sedang sakit hari ini? Ada apa dengan lingkaran hitam dibawah matamu itu eoh?”

“Anniyo, aku hanya tidak bisa tidur semalam karena halmeoni yang tinggal di depan rumahku baru meninggal kemarin jadi dia terus-mene—“

“Semalam kami bertanding game sampai jam dua malam!”Celetuk Kyuhyun yang memotong ucapanku. Ada apa dengannya? Apa dia sengaja membuatku tidak mengatakan kalau semalaman aku tidak bisa tidur karena didatangi hantu Hwa Jung halmeoni?

“M-Mwo?! Jadi kau menginap dirumahnya lagi semalam?”Tanya Eunhyuk kaget. Yah~ Walaupun ucapan Kyuhyun tadi tidak seratus persen benar tapi dia memang menginap di rumahku semalam.

“Kemarin kakek Sung Ah pergi ke Incheon untuk menjenguk adiknya yang sedang sakit. Jadi aku diminta kakek Sung Ah untuk menemaninya. Memangnya kenapa? Apakah itu salah?”

“Tentu saja itu salah! Kalian pikir umur kalian itu masih delapan tahun? Yak! Sadarlah! Kalian itu sudah berada di tahun kedua senior high school! Tahun depan kalian akan kuliah! Bagaimana bisa yeoja dan namja memiliki hubungan seperti itu eoh? Sangat tidak masuk akal! Normalnya jika pasangan remaja seperti kalian ditinggalkan berdua saja dirumah, minimal kalian akan melakukan kisseu. Apakah kalian benar-benar tidak mempunyai hasrat untuk melakukannya sama sekali?”

“Eobso!”Jawabku dan Kyuhyun bersamaan sambil menatap namja didepan kami tidak peduli. Dasar namja yadong!

“Aigo~ Sepertinya kalian harus memeriksakan diri kalian ke dokter! Aku yakin pasti telah terjadi kelainan hormon pada kalian berdua! Hmm, ya sudah! Aku pergi dulu, sekarang Junhee pasti sudah menungguku di kelas. Annyeong!”Ujarnya dan langsung pergi meninggalkan kami berdua lagi. Hah~ Merepotkan saja.

“Yak, Tuan Cho! Apakah kau tidak kesal karena selalu dikatakan tidak normal oleh teman-temanmu eoh?”

“Anni, aku tidak peduli dengan apa yang mereka katakan. Lagi pula kau tahu seperti apa aku yang sebenarnya kan?”Ujarnya dan aku pun hanya bisa menatapnya tanpa bisa berbuat apa-apa. Aku memang ingin mencarikan dia seorang yeojachingu tapi bagaimana caranya? Teman saja aku tidak punya.

“Kyuhyun-ah, bagaimana kalau kau mencari seorang yeojachingu?”Tanyaku dan raut mukanya pun langsung berubah menjadi masam. Aish…

“Yak! Kenapa kau tega sekali mengatakan hal itu pada suamimu eoh? Walaupun kita memang melakukannya dengan sangat tiba-tiba kemarin tapi tetap saja kita ini sudah menikah!”

“Cho Kyuhyun! Jangan pernah membicarakan hal itu di luar rumah! Aku ini serius! Kau harus mencari seorang yeojachingu!”

“Aku juga serius Bok Sung Ah! Kenapa kau selalu memintaku untuk mencari seorang yeojachingu eoh? Kalau kau mau, kau bisa menempati posisi itu! Aish… Dasar pabo! Kenapa makanmu lamban sekali eoh? Sini aku bantu!”Ucapnya langsung mengalihkan topik lalu langsung memakan makan siangku yang masih tersisa cukup banyak.. Apa itu? Apa maksudnya? Apakah dia memintaku untuk menjadi yeojachingunya? Aish! Sudahlah Bok Sung Ah! Memang apa pentingnya hal itu bagimu? Bukankah kau telah terikat dengan tali pernikahan dengannya?! Jadi berhentilah berpikiran yang macam-macam!!

“Omo! Bukankah itu Kyuhyun Oppa? Apa yang dilakukannya eoh? Kenapa dia selalu makan siang bersama yeoja aneh itu?”

“Aigo~ Dilihat dari sudut manapun mereka sangat tidak cocok! Kyuhyun itu terlalu berlebihan untuk yeoja sepertinya!”

 

Hah… Suara-suara inilah yang aku benci. Kenapa mereka selalu mempergunjingkan seseorang dari belakang eoh? Hmm, tapi mau mereka membicarakanku dari depan maupun belakang itu sama saja bagiku karena aku pasti tidak akan bisa melakukan perlawanan.

 

“Benarkan Jihyun-ah?”Gumamku sambil tersenyum menatap kedepan dimana ada seorang anak kecil dengan rambut diikat dua sedang menatapku.

“Tidak bisakah kau mengusir mereka sebentar saja dan membiarkan kita makan dengan damai?”Ucap Kyuhyun tiba-tiba sambil menghentakkan sendok di tangannya. Apakah dia sedang marah sekarang?

“Ne? Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau protes saat aku sedang bicara pada gwisin yang ada disekitarku.”

“Aish sudahlah! Bukankah kau harus segera ke atap? Sekarang pasti sudah ada puluhan hantu yang mengantri untuk diobati olehmu.”Ucapnya lalu segera meninggalkanku sendirian disini. Sebenarnya apa yang terjadi padanya hari ini?

 

Selangkah demi selangkah aku menaiki tangga abu-abu ini. Tangga yang hampir setiap hari aku naiki untuk memulai pekerjaanku. Sebuah pekerjaan yang sebenarnya terpaksa aku lakukan karena didunia ini hanya akulah satu-satunya orang yang bisa melakukan pekerjaan seperti ini. Dokter Hantu, Bok Sung Ah imnida!

 

Kyuhyun’s POV

 

Aish… Kenapa dia lama sekali eoh? Sebenarnya apa yang dilakukan oleh yeoja siput itu? Menemaninya seperti ini sudah merupakan sebuah rutinitas bagiku. Alasannya tentu saja karena aku mengkhawatirkannya. Lebih dari setengah usiaku aku habiskan dengannya, bagaimana aku bisa membiarkannya sendirian menghadapi semua makhluk tak kasat mata itu? Walaupun sebentar lagi kekuatannya itu akan hilang setidaknya aku ingin selalu berada disampingnya sampai saat-saat terakhir.

 

“Yak, Cho Kyuhyun. Untuk apa kau kemari lagi? Bukankah aku sudah mengatakannya padamu kalau aku bisa melakukannya sendiri. Kau tidak perlu menemaniku.”Ucapnya sesaat setelah dia melihatku yang tengah bersandar di pagar atap gedung sekolah kami.

“Cih~ Kau jangan terlalu percaya diri Sung Ah-ya… Aku datang kemari karena mengantuk. Lagi pula aku juga tidak terlalu menyukai kelas Jang seonsangnim.”Jawabku tanpa melihatnya sama sekali.

“Geotjimal! Coba katakan itu sekali lagi sambil menatap mataku.”

“Aish! Arasseo! Arasseo! Aku datang kesini karena ingin menemanimu. Kau puas?!”Cih~ Kenapa aku tidak pernah bisa berbohong jika melihat matanya?

“Hmm, dari pada kau membuang waktumu disini lebih baik kau kembali ke kelas dan biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku.”

“Shireo aku tidak akan membiarkanmu sendirian dengan para hantu yang ada disini.”

“Kalau begitu kau tidak akan pernah bisa berhenti menemaniku karena setiap menitnya dalam hidupku aku selalu melihat mereka, pabo!”Ucapnya lalu langsung memalingkan tubuhnya dariku. Anniyo Sung Ah-ya… Ini akan berakhir… Sebentar lagi mereka akan berhenti mengganggumu dan kau pun bisa tidur dengan nyenyak setiap malam…

 

Flashback

 

Rintik-rintik hujan yang tadinya jatuh dengan perlahan di langit kota Seoul hari ini berubah menjadi lebih deras. Disebuah persimpangan jalan yang cukup sepi aku melihat Sung Ah sedang bicara dengan udara kosong disampingnya. Hmm, pasti itu adalah hantu. Bagi orang-orang yang tidak mengenalnya pasti mengira dia sudah gila karena bicara sendiri. Hah… Aku sudah tidak tahan lagi! Disekolah, dijalan, bahkan di lingkungan rumahnya pun aku selalu mendengar orang-orang yang mempergunjingkannya. Anehnya, walaupun dia bisa mendengar suara lalat yang berada satu kilometer jauhnya, dia masih bisa menjalani kehidupannya seolah-olah tidak mendengar semua penghinaan yang dilakukan orang-orang disekitarnya.

 

“Yak, Cho Kyuhyun! Kenapa kau mengikutiku?”Ujar yeoja bernama Bok Sung Ah ini dan langsung membuyarkan lamunanku. Dia memiliki hidung yang kecil, berkulit putih pucat dan bertubuh mungil, tapi kenapa dia bisa sangat tegar menghadapi semua ini?

“Mwo? Siapa yang mengikutimu? Lagi pula rumah kita itu bersebelahan. Jadi untuk apa aku mengikutimu?”Jawabku sambil menatap wajahnya yang sedang berlindung dibawah sebuah payung biru yang cukup besar.

“Aish… Setidaknya pakailah payung atau jas hujan, pabo! Kau pikir seberapa lama jaketmu itu bisa menahan air hujan yang turun dengan deras seperti ini? Apa kau membawa payungmu?”

“Anniyo, aku tidak membawanya.”Ucapku lalu langsung mengambil alih payungnya dan meneruskan perjalanan kami.

“Apakah tadi kau sedang bicara dengan hantu lagi?”Tanyaku tanpa melirik sedikit pun padanya yang tengah berjalan beriringan denganku.

“Tentu saja, memangnya dengan siapa lagi? Tadi pagi ada seorang siswa laki-laki yang tertabrak didekat sini dan memintaku untuk memberitahu ibunya kalau dikamarnya ada uang yang dikumpulkannya dari bekerja paruh waktu untuk hadiah ulang tahun ibunya bulan depan. Dia mengatakan padaku setidaknya uang itu cukup untuk membiayai uang pemakamannya dan uang makan ibunya selama beberapa minggu.”

“Apakah kau harus melakukan ini semua? Bahkan hantu-hantu itu tidak membayarmu sepeserpun. Setelah masalah mereka terselesaikan mereka akan langsung hilang seperti buih di lautan. Tidakkah kau merasa kalau itu sangat tidak adil? Marhaebwa! Bagaimana cara untuk menghilangkan kekuatanmu itu eoh?”

“Kalau aku tahu, aku akan melakukannya dari dulu, pabo! Kalau tidak salah aku pernah mendengar hal semacam itu dari kakekku. Dia mengatakan padaku kalau hal itu membutuhkan seorang manusia sebagai gantinya, tentu saja aku langsung pergi dari tempat itu sebelum mendengar bagaimana caranya. Sebesar apapun keinginanku untuk menghilangkan kekuatan ini aku tidak akan mampu untuk mengambil kehidupan seseorang.”Ucapnya sambil menundukkan wajahnya sedih dan aku pun hanya bisa menepuk-nepuk bahunya pelan untuk memberinya semangat. Sung Ah-ya… Kau harus kuat karena aku akan selalu ada disini untuk menepuk bahumu dan terus memberikanmu semangat.

“Gwenchana… Suatu hari nanti kita pasti akan menemukan jalan keluarnya.”Kataku dengan memberikan seulas senyum penyemangat untuknya dan dia pun membalasnya dengan sebuah senyum manis yang sangat aku sukai. Saat dia tersenyum seperti ini dunia selalu terasa seperti musim semi bagiku. Neomu yeppo…

“Apakah kau ingin masuk dulu?”Tanyanya saat kami sudah sampai didepan gerbang rumahnya yang cukup besar.

“Anniya, hari ini aku ingin menamatkan game starcraft yang aku beli tiga hari yang lalu. Aku sudah sampai di lima level terakhir!”Ucapku dan membuatnya terperangah seketika.

“Mwo?! Kau sudah hampir menamatkannya? Neo micheosso?!! Pantas saja sejak tiga hari yang lalu kau tidak mengerjakan tugasmu. Apakah kau juga melewatkan makan siang dan malammu? Semalam kau tidur jam berapa eoh?!”Omelnya tanpa henti. Aish~ Tamatlah riwayatmu Cho Kyuhyun! Kenapa juga aku memberitahunya kalau dalam tiga hari aku telah mencapai level ke-95 dari 100 level eoh? Ckckck… Neo jeongmal paboya Kyuhyun-ah!!

“Aish… Arasseo! Arasseo! Aku hanya akan menaikkan dua levelku dan langsung mengerjakan tugas yang diberikan Kim seonsangnim tadi!”

“Malam ini kau makan dirumahku saja. Aku tidak percaya padamu. Kalau kau tidak datang malam ini aku tidak akan bicara padamu selama satu bulan. Mengerti?!”

“Arasseo!! Masuklah sana!!”Teriakku karena sudah tidak tahan lagi dengan semua omelannya itu. Walaupun begitu aku senang dia melakukannya karena itu menunjukkan rasa perhatiannya padaku. Ahh~ Neomu kyeopta…

“Eoh?! Bukankah itu harabeoji?”Gumamku saat melihat kakek Sung Ah yang sedang berjalan menuju rumahnya.

“Kakek! Kakek dari mana?”Tanyaku saat sudah berada tepat didepannya.

“Ah, Kyuhyun-ah, kakek baru pulang dari apotek. Apakah kau baru pulang sekolah?”

“Aigo~ Bukankah sudah aku katakan kalau kakek mau membeli obat atau hal lainnya, kakek bisa memintaku untuk membelikannya. Tidak usah pergi sendiri seperti ini. Sekarang Sung Ah pasti sedang mencari kakek dirumah.”

“Gwenchana… Walaupun umurku ini sudah tidak muda lagi tapi aku tidak akan kalah darimu. Apakah kau ingin mampir kerumah dulu?”

“Anniyo… Aku ingin langsung pulang saja. Tapi kakek, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.”

“Apa itu? Tanyakan saja.”

“Bagaimana cara untuk menghilangkan kekuatan yang dimiliki Sung Ah? Aku benar-benar tidak tahan lagi melihatnya yang terus-terusan menderita.”

“Jika aku menjawabnya apakah kau bersedia untuk mempertaruhkan nyawamu?”Tanya kakek Sung Ah dan langsung membuat darahku berdesir seketika.

“M-Mempertaruhkan nyawaku?”Ucapku kaget.

“Ne, satu-satunya cara untuk menghilangkan kekuatan Sung Ah adalah dengan menikahkannya dengan seorang laki-laki, tapi dalam jangka waktu seratus hari laki-laki itu akan menghilang dari muka bumi ini seperti buih dilautan.”

“Mwo?! Aku akan menghilang begitu?”

“Ne… Jadi bagaimana? Apakah kau mau mempertaruhkan hidupmu demi dia?”Tanya kakek Sung Ah sambil menatapku dengan matanya yang sudah sayu termakan usia.

 

Sejak kedua orang tuanya meninggal dulu aku hanya bisa melihat sorot mata kesedihan dari wajah Sung Ah. Bahkan terkadang saat malam hari aku juga mendengar suara isak tangisnya. Aku… Aku sangat ingin mengulurkan tanganku untuk menariknya dari semua rasa sedih yang tengah Ia rasakan, tapi aku tidak mampu melakukan apa-apa untuknya. Selama sepuluh tahun ini yang bisa aku lakukan hanyalah berdiri disampingnya. Tidak lebih… Jadi kali ini aku akan melakukan sesuatu yang berarti untuknya. Sung Ah-ya mianhae…

 

“Ne, aku akan melakukannya harabeoji…”

 

Flashback Off

 

Suara deru angin yang berhembus pelan mengelilingi kami berdua. Di pinggir sungai Han yang cukup tenang sore ini kami menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah. Hari ini tepat seratus hari aku memiliki seorang istri dan dihari inilah juga aku akan berpisah dengan sahabat terbaikku.

 

“Yak… Apakah kita kemari benar-benar untuk merayakan seratus hari pernikahan kita?”Tanya yeoja yang sedang duduk disampingku ini. Dia memakai sebuah sweater putih yang membuatnya terlihat lebih manis. Mungkin kelak aku akan sangat merindukan seberapa manisnya yeoja ini.

“Tentu saja. Memangnya kapan aku pernah berbohong padamu eoh? Wae? Apakah ini terasa menggelikan bagimu?”

“Ne! Hari ini kita pergi ke taman hiburan lalu menonton bioskop. Bahkan kita juga makan ice cream bersama. Lihat ini! Kita juga melakukan photobox hanya berdua saja. Ckck~ Kita benar-benar terlihat seperti pasangan sekarang.”Jawabnya lalu mengeluarkan secarik foto yang menggambarkan dengan jelas foto kami berdua disana. Terkadang dia juga terlihat seperti seorang anak kecil yang sangat polos. Mungkin kenaifan ini lah yang akan aku rindukan nantinya.

“Hari ini kita melakukan hal-hal yang tidak pernah kita lakukan sebelumnya. Apakah kau menyukainya?”

“Aku sangat menyukainya! Seharusnya kita melakukannya sejak dulu. Hah~ Tidak kusangka dunia bisa sangat indah saat aku menghabiskan waktuku untuk hal-hal sepele seperti ini. Bahkan aku benar-benar bisa untuk tidak memperdulikan semua hantu-hantu yang ada di sekitarku. Hmm, bagaimana kalau kencan kedua nanti kita pergi ke museum boneka dan Dongdaemun. Aku ingin membelikanmu berbagai pernak-pernik yang lucu.”Ucapnya sambil tersenyum bahagia. Mungkin dari semua hal yang ada didunia ini yang akan paling aku rindukan adalah senyumannya itu. Sebuah senyuman yang selalu bisa membuat jantungku berdetak dengan sangat cepat. Dan sebuah senyuman yang membuatku tidak pernah berpikir untuk berhenti mencintainya hingga sekarang.

“Mianhae… Sepertinya aku tidak akan bisa mengabulkan permintaanmu itu Sung Ah-ya…”Balasku sambil menatapnya dengan senyuman pahit. Aku tidak akan pernah menangis didepannya. Bahkan sampai saat terakhir aku tidak akan menunjukkannya pada yeoja ini.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu?”Tanyanya sambil menatapku bingung.

“Saat kakekmu mengatakan kalau aku tidak akan dikorbankan itu adalah bohong. Kau boleh membenciku tapi jangan pernah membenci kakekmu karena aku lah yang memutuskan untuk melakukan semua ini. Sekarang sudah tepat seratus hari sejak upacara pernikahan kita. Hari ini aku harus pergi Sung Ah-ya… Setelah aku menghilang kau harus bisa menjaga dirimu sendiri. Jangan terlambat makan dan istirahatlah dengan cukup. Kau harus bisa masuk ke universitas terkemuka dan meraih mimpimu sebagai seorang psikiater. Carilah teman sebanyak mungkin untuk terus bertahan hidup. Dan yang terakhir walaupun aku akan sedikit tidak rela tapi carilah seorang namjachingu yang baik untuk kau nikahi kelak. Jika kau melakukan semua hal yang aku katakan maka hidupmu akan bahagia Sung Ah-ya.”

“Anniyo! Aku tidak akan pernah bahagia tanpamu! Kenapa kau melakukannya eoh?! Kau itu sangat bodoh! Bodoh!!”Ucapnya lalu memukul-mukul dadaku sambil menangis. Uljima… Kumohon jangan menangis.

“Itu karena aku selalu mencintaimu Sung Ah-ya… Saranghae…”Balasku sambil merengkuhnya kedalam pelukanku. Dari sini aku bisa melihat kedua tanganku mulai memudar tertembus cahaya matahari sore. Sekarang sudah saatnya aku untuk pergi. Annyeong Sung Ah-ya… Annyeong nae sarang…

******

“Yak! Yak!! Cho Kyuhyun!!”Teriak seseorang disamping telingaku. Apa ini? Bukankah seharusnya aku sudah menghilang? Dengan sekuat tenaga aku pun berupaya untuk mengumpulkan semua kesadaranku yang masih tersisa. Saat aku akhirnya bisa membuka kedua kelopak mata ini dengan perlahan, aku melihat…

“Omona!!!! Setan!!!!!!”Teriakku saat melihat sebuah gambaran wanita dengan rambut super kusut dan bermata panda di depanku.

“Yak!!! Dasar namja kurang ajar!! Berani-beraninya kau memanggilku setan eoh?! Aish! Sudahlah!! Lagi pula sampai kapan kau akan tidur eoh?!! Palli ireona!! Kau ada rapat hari ini!”Omelnya sambil menarik-narik selimutku.

“Hah… Benar juga, itu hanyalah sebuah mimpi… Syukurlah…”Ucapku sambil menghembuskan nafas lega dan memandangnya lekat-lekat.

“Cho Sung Ah! Apa yang terjadi pada wajahmu itu eoh? Kenapa pagi ini kau terlihat seperti zombie?!”Ujarku saat menyadari bagaimana penampilannya pagi ini. Kulitnya yang biasanya putih cemerlang itu kini terlihat sangat pucat dan aku tidak bisa menggambarkan pada kalian seberapa pekat lingkaran hitam yang ada di bawah matanya itu.

“Aish! Jangan pura-pura tidak ingat bodoh!! Semalam kau pulang dengan keadaan mabuk dan langsung mengunci pintu kamar saat aku sedang berada di dapur untuk membuatkanmu teh madu. Lihat seberapa parah lingkaran hitamku hari ini! Semalaman aku tidak bisa tidur karena hantu penghuni apartemen kita tidak mau pergi dari hadapanku. Ditambah lagi dengan arwah kucing hitam yang baru ditabrak mobil semalam tidak henti-hentinya mengejar dan ingin menggigit kakiku. Untungnya manajer apartemen kita sudah datang jam tujuh tadi, jadi aku bisa memintanya untuk membukakan pintu kamar ini. Aish!! Kau benar-benar membuatku sangat menderita semalam, Tuan Cho!!”

“Ahh… Mianhae, mianhae… Saat mabuk semalam aku pasti melakukan kebiasaanku sewaktu masih belum menikah. Aku janji tidak akan melakukannya lagi!”

“Tentu saja kau tidak boleh melakukannya lagi. Kalau kau berani melakukan hal itu untuk yang kedua kalinya aku akan benar-benar membunuhmu, Tuan Cho!! Palli ireona!!”Teriaknya dan langsung pergi meninggalkanku.

 

Mimpiku tadi… Itu bukanlah sebuah mimpi biasa, tapi itu adalah sesuatu yang benar-benar terjadi. Lalu kenapa aku bisa berada disini sekarang? Itu karena sebelum aku benar-benar menghilang dari dunia ini Sung Ah langsung membatalkan kontrak yang mengikat kami berdua. Dia langsung melepaskan cincin pernikahan kami dan membuangnya ke dasar sungai Han. Walaupun aku memang tidak jadi menghilang, tapi tetap saja, pernikahan kami yang bersifat gaib itu menimbulkan efek tersendiri. Sung Ah kehilangan indera keenamnya yang bisa mendengar suara sekecil apapun dalam radius satu kilometer tapi dia masih bisa melihat hantu sampai sekarang. Sedangkan aku? Sekarang aku memiliki kekuatan khusus yang bisa membuatnya tidak bisa melihat hantu ketika menyentuhnya, tapi imbasnya adalah aku juga bisa melihat makhluk-makhluk itu sekarang.

 

“Ada apa kau datang pagi-pagi begini Ji Hyun-ah? Kau ingin makan ice cream lagi?”Tanyaku pada sesosok hantu anak kecil berkuncir dua yang sekarang sedang duduk menatapku lalu menganggukkan kepalanya. Hah… Kenapa duniaku yang biasanya damai menjadi sangat sibuk sekarang? Tapi jika aku pikir-pikir lagi, selama yeoja itu ada disampingku, seburuk apapun masalah yang tengah aku hadapi, dunia ini akan tetap terasa seperti musim semi yang tiada akhir bagiku. Semua ini terjadi hanya karena sebuah alasan sederhana, yaitu karena aku selalu mencintainya. Baik saat aku berumur delapan tahun, sekarang, maupun saat menghelakan nafas terakhirku kelak. Aku akan selalu mencintainya…

 

THE END

 

*Cuap-cuap author ^0^

Annyeonghaseyo! Long time no see readerdeul!!! *teriak dari atas namsan tower*
Do you miss me? *pasang puppy eyes*

Author kangen berat sama kalian semua!!! Gimana kabarnya?!!
Mianhae author udah lamaaa banget nggak ngepost FF soalnya beberapa bulan kemaren author disibukkan dengan persiapan US+TO yang bejibun setiap hari, jadi nggak bisa ngelanjutin FF deh. Sekali lagi author mau minta maaf!! *bow-bow-bow*

Oh iya, ada yang merasa familiar dengan cerita yang ada di FF ini? Mungkin buat yang K-Drama Lovers ngerasa banget kali yah soalnya isi FF ini emang terinspirasi dari banyak K-Drama ^_^  Contohnya I Hear Your Voice, The Master’s Sun, Surpluss Princess, Reply 1997, High School Love On dan lain-lain. Author juga nggak tahu kenapa pas selesai diketik baru nyadar kalau ada beberapa adegan yang mirip dengan yang ada di drama.

Walaupun mungkin menurut kalian nih FF nggak bagus-bagus banget tapi bagi author ini adalah salah satu FF paling spesial yang author buat soalnya semua drama favorite author ternyata tercampur menjadi satu kayak gado-gado di sini. Hohoho ^0^

Okeh, kayaknya author udah hampir ngabisin satu halaman penuh untuk cuap-cuap ini. Akhir kata author ucapkan….

KAMSHAMNIDA!!!! 😀 😀 😀

Advertisements

3 thoughts on “|FF| 100 Days

  1. Wah kirain bakal sad ending nih,tapi ternyata happy ending yeeeaaayyy \(^^)/
    Tapi masih bingung sama hubungan pernikahan mereka,sebenernya udah nikah beneran atau cuman di dunia gaib?
    Trus yg waktu kyuhyun hampir menghilang itu kan di sungai han lagi romantis,kok waktu uda dirumah sungah bilang kyuhyun abis mabuk? Kapan minum2nya?mabuk kenapa? Hehe bingung.
    udah segitu aja comentnya. Keep writing buat author nya !! Ditunggu cerita2 lainnya ^^

  2. yaa gantian xD kok sungah gk mau punya kekuatan itu ya? aku malah mau :v tp serem jg kali ya kalo punya indra ke 6, pasti nnti ketemu sama temen2xnya kyuhyun,secara,kyuhyun kan setaaan! setan tamvan tepatnya xD bagus eon, daebbak!

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s