|FF| Ghost’s Healer Ep 03 : A Feel

Title : Ghost’s Healer | Ep 03 : A Feel

Author : Im Cho Sun

Genre : Fantasy, Romance, Comedy

Rating : PG-15

Length : Chapter (Ep 03 : 10 Pages)

Main Cast : Bok Sung Ah (OC), Cho Kyuhyun

Disclaimer : Fanfiction ini terinspirasi dari Kyuhyun Super Junior. Maaf jika ada kesalahan kata, typo, maupun kekurangan lainnya. Selamat membaca ^^

ghost healer 3.jpg

***

Tetesan-tetesan embun yang tengah berjatuhan di penjuru halaman rumah ini membuatku sadar bahwa aku tengah berada di dunia yang berbeda sekarang. Semilir angin pagi yang menyejukkan tubuh ini takkan pernah aku jumpai di tempatku berasal. Saat aku menolehkan kepalaku ke kanan, aku bisa melihat bahwa ini menunjukkan pukul empat pagi. Waktu dimana kebanyakan manusia masih terlelap dalam alam mimpinya. Dan seharusnya, walaupun aku bukan seorang manusia, aku juga pasti tengah melakukan hal itu sekarang. Tapi tidak untuk hari ini. Saat aku melihat gadis yang tengah berbaring pucat didepanku ini, entah kenapa rasanya aku sangat gelisah hingga tidak dapat tidur sama sekali.

Hari ini sudah lebih dari satu bulan sejak kedatanganku ke dunia manusia. Dan sampai sekarang pun aku masih belum mendapatkan kekuatan gadis ini. Ternyata mengalahkannya tidak semudah seperti dugaanku.

Bok Sung Ah, gadis itu sekarang tengah terbaring lemas ditempat tidurnya setelah melakukan upacara pengusiran roh jahat seharian kemarin. Bahkan kekuatannya sekarang tidak cukup kuat untuk menahan segelku hingga aku bisa berubah menjadi wujud iblisku seperti sekarang.

Kutatap sebentar wajah yang tengah disinari oleh lampu duduk itu. Wajahnya nampak pucat pasi dan keringat pun bercucuran didahinya. Tuan Jang, pelayan rumah ini, mengatakan kalau setiap selesai melakukan upacara-upacara besar yang menghabiskan banyak energi roh, Ia pasti akan jatuh sakit. Bahkan saat melawanku waktu itu pun dia sampai pingsan ditempat. Sejenak aku merasa bahwa sebenarnya gadis ini tidak sekuat yang diberitakan. Baik itu kondisi fisik maupun psikisnya. Buktinya dia lebih memilih untuk menyegelku dari pada menghabisiku waktu itu. Padahal aku tahu dengan pasti, dengan kekuatan yang dimilikinya, Ia dapat membunuhku dalam sekejap mata.

Perlahan aku menjatuhkan diri duduk disamping ranjangnya dan menghelakan nafasku pelan. Apakah aku harus benar-benar melakukannya? Membiarkannya menuju kematian begitu saja terasa sangat aneh bagiku. Ini sama seperti saat hewan peliharaanmu mati. Mereka adalah makhluk yang berbeda spesies denganmu dan kematiannya pun tidak akan terlalu memberikan pengaruh pada kehidupan orang-orang disekitarmu, tapi tetap saja akan ada rasa sakit yang menghujani dadamu. Hah~ Aku sangat membenci perasaan ini.

“Hei, buah persik. Kenapa kau membuatku seperti ini huh? Dasar gadis menyebalkan.”Gumamku pelan ketika mengingat betapa lama waktu yang telah aku habiskan disini. Bagaimana bisa seorang putra mahkota negeri iblis sepertiku memiliki sikap ragu-ragu untuk membunuh seseorang? Ini benar-benar tidak masuk akal.

“Apa kau masih marah karena aku mengubahmu menjadi kucing?”Tiba-tiba Ia menyahuti gumamanku dan perlahan duduk menyandarkan punggungnya pada bantal yang ada dibelakangnya. Sejak kapan dia bangun?

“Tck, ternyata kau sudah bangun rupanya. Tentu saja sampai kapanpun aku tidak akan menerima kalau kau telah mengubahku menjadi seekor kucing. Itu benar-benar menginjak harga diriku sebagai putra mahkota negeri iblis yang terhormat ini.”

“Lalu apa yang harus aku lakukan eoh? Itu demi keselamatan nyawaku! Kau terus menerus melakukan percobaan pembunuhan padaku. Kalau saja aku tidak mengasihanimu, sudah lama aku menyerahkanmu pada polisi.”

“Satu-satunya tujuanku pergi kedunia menjijikkan ini adalah untuk membunuhmu. Sudahlah! Kembali tidur saja sana.”

“Bagaimana aku bisa istirahat kalau kau terus berada disini? Dan seingatku aku tidak pernah mengizinkanmu untuk memasuki kamarku. Cepat keluar!”Omelnya dengan tampang kesal. Tck, dasar gadis ini! Kalau saja dia sedang tidak sakit, aku pasti tidak akan mau menuruti ucapannya. Dengan segera aku pun memalingkan wajahku dan menuju pintu kamarnya. Saat aku menoleh kearahnya sekali lagi, Ia sedang tersenyum tipis sambil menatap keluar jendela. Apa-apaan itu? Apa telah terjadi hal yang baik padanya? Hah, sudahlah, itu tidak penting bagiku.

Selama berada didunia manusia aku tinggal dirumah ini bersama belasan hantu yang entah datang darimana. Salah satunya adalah hantu pria bernama Sungmin, bahkan sepertinya Ia sudah lama menetap disini sampai-sampai tingkahnya sama persis seperti Tuan Jang. Setiap kali aku mengajukan pertanyaan mengenai rumah ini atau mengenai Sung Ah, dia pasti bisa menjawab semuanya. Selain itu juga ada seorang hantu perempuan bernama Yeseul yang datang kemari beberapa waktu yang lalu. Anehnya, walaupun ini sudah hampir seminggu setelah Sung Ah dan rekan kerjanya yang sesaama Ghost’s Helaer itu menolongnya untuk menyelesaikan masalah yang masih mengganjalnya di dunia ini, dia tetap tidak ingin pergi ke alam baka. Katanya Ia masih ingin berada disini untuk menemani Sung Ah sebentar lagi. Meskipun begitu aku tidak terlalu memperdulikannya karena dia memang cukup pendiam dan tidak ada informasi yang bisa aku korek darinya. Tapi sepertinya belakangan ini dia sering mengobrol dengan Sung Ah. Bahkan sesekali aku juga melihat Ia dibawa oleh Sung Ah kekamarnya. Padahal Sung Ah sangat tidak suka membawa seseorang masuk ke ruang pribadinya itu. Yah, kita lihat saja nanti apakah ada informasi bermanfaat yang bisa aku ambil darinya nanti.

Saat aku melangkahkan kakiku menuruni tangga menuju ruang bawah tanah, aku melihat sepasang hantu yang sedang bermesraan diujung tangga. Saat melihat itu aku jadi teringat dengan kehidupanku di dunia iblis. Bukan karena aku mempunyai kekasih disana atau sebagainya, melainkan aku teringat dengan usaha perjodohan yang telah dilakukan oleh ibuku. Bahkan ia telah melakukannya sejak aku masih kecil. Ia mengomeliku karena tidak mau dijodohkan dan terus-terusan mengatakan bahwa itu adalah untuk masa depan negeriku. Tck, itu sangat merepotkan, lagi pula aku menolak perjodohan itu karena memang aku merasa itu tidak terlalu penting sekarang. Dan juga tidak ada wanita yang bisa menarik perhatianku. Jadi untuk apa aku melakukannya? Sangat tidak berguna.

Menurutku rumah ini ukurannya cukup besar dibandingkan dengan rumah manusia lainnya. Selain bangunan utama tempat Sung Ah tinggal, disini juga terdapat sebuah ruang meditasi yang berada di bagian belakang. Ada juga ruang penyimpanan alat-alat ritual dan berbagai benda-benda aneh lainnya disebelah ruang meditasi. Ah, bahkan rumah ini memiliki ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai tempat tidur para gwisin. Atau akan lebih tepat kalau aku sebut sebagai asramanya para hantu. Mungkin ada sekitar delapan sampai sembilan kamar yang bisa ditempati oleh tiga hantu per kamarnya. Berapa kali pun aku memikirkannya, tempat ini benar-benar seperti penampungan hantu.

“Eoh! Kyuhyun-ah! Darimana saja kau? Dari tadi aku mencarimu kemana-mana.”Seru seorang hantu bernama Heo Joon, salah satu roommate ku disini.

“Aku tadi ada dikamar Sung Ah. Memangnya ada apa?”

“Tadi saat aku baru masuk ke kamar aku menemukan surat ini terkapar didekat pintu. Sepertinya ini untukmu.”Sesaat setelah aku menerima surat itu, mataku langsung membulat seketika dan tanpa berpikir panjang lagi aku langsung membuka stempel berwarna merah darah di surat itu. Tidak salah lagi, ini surat dari negeri iblis. Jangan-jangan dia sudah tahu bahwa aku ada disini. Sial!

Dengan langkah cepat aku langsung menaiki tangga itu lagi. Deruan nafasku memburu kesana-kemari dan pikiranku pun hanya tertuju pada sebuah tempat, kamar Sung Ah. Benar sekali dugaanku, saat aku telah membuka pintu kamar berwarna biru didepanku ini, aku melihat seorang laki-laki dengan rambut pirang dan bermata coklat sedang menghunuskan tombaknya kearah leher Sung Ah.

“YA!! JAUHKAN SENJATAMU ITU DARINYA!!!”Teriakku dan segera maju menjatuhkan senjatanya. Ia tampak menatapku sejenak lalu tersenyum kecil.

“Tck, sudah kuduga hal ini pasti akan terjadi. Aku sudah curiga kenapa kau membutuhkan waktu sebanyak ini hanya untuk membunuh seorang gadis sepertinya. Dan Ternyata kau sudah jatuh hati padanya. Benar, kan, Yang Mulia Pangeran Sion?”

“Tutup mulutmu itu, Lynx. Dan cepat keluar dari sini!”

“Baiklah, baiklah. Aku akan menunggumu diluar. Ada hal yang perlu aku bicarakan denganmu.”Balasnya dan langsung melompat keluar dari jendela kamar ini. Dengan segera aku pun langsung menyusulnya yang sudah berada di halaman belakang. Untuk apa dia datang kemari? Apakah ibu yang menyuruhnya?

“Apa yang membawamu kemari, Lynx?”Ucapku ketus sesaat setelah aku melihatnya yang sedang berdiri di tepi kolam.

“Aku diperintahkan Ratu untuk menyusulmu kemari. Ia menyuruhku untuk menyelidiki sebesar apa masalah yang kau hadapi untuk mendapatkan kekuatan gadis itu hingga menghabiskan waktu lebih dari satu bulan. Dan Ratu juga memintaku untuk menolongmu merebut kekuatan roh gadis itu sesegera mungkin. Jika kau tidak menghentikanku tadi, kita pasti sudah mendapatkan kekuatannya dan dalam perjalan menuju negeri iblis sekarang. Bagaimana? Haruskah aku melakukannya sekarang? Keadaan gadis itu sedang lemah sekarang, jadi kita bisa merebut kekuatannya dengan mudah. Setelah itu–“

“Cukup, Lynx.”Selaku. “Apa kau pikir aku mau menerima bantuanmu? Dia itu mangsaku dan tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku. Apa kau paham?”

“Sion, kau harus ingat apa tujuanmu disini. Jangan biarkan perasaanmu pada gadis itu mengacaukan segalanya. Kau juga harus ingat, keadaan negeri kita sudah semakin buruk dan keadaan Raja pun…”

“Aku mengerti. Sampaikan pada ibu bahwa aku akan pulang nanti pagi. Tidak perlu mengkhawatirkan hal yang tidak perlu. Aku pasti akan menyelesaikan misiku.”

“Baiklah kalau itu memang keinginanmu. Aku akan kembali dan menyampaikan semuanya pada Ratu.”Balasnya sambil menunduk sembilan puluh derajat memberi hormat.

“Tunggu dulu, aku minta padamu agar tidak mengatakan permasalahan yang terjadi diantara aku dengan Sung Ah.”

“Maksudmu…..”Ucapnya sambil menatapku dengan bingung. Haruskah aku mengatakannya? Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak ingin kalau ibu tiba-tiba datang kemari lalu melakukan sesuatu pada Sung Ah.

“Jangan katakan pada ibuku kalau aku… kalau aku sudah jatuh cinta padanya. Biarkan aku menyelesaikan masalah ini sendiri.”Jawabku sambil mengalihkan pandangku ketempat lain. Dan saat mataku menangkap bayangan seorang gadis yang sedang berdiri melihat kearahku rasanya jantungku berhenti seketika. Gadis itu! Sejak kapan dia ada disana?! Apa dia mendengar percakapan kami tadi?! Tidak!!

Dengan segera aku pun mengambil langkah seribu menuju ke jendela kamarnya meninggalkan Lynx yang masih berdiri di belakangku dengan senyum mengejeknya itu. Aish! Sialan! Aku harap dia tidak bisa mendengar apapun dari sana. Terutama kata-kata terakhikur tadi.

“Kyuhyun-ah, siapa itu?”Ucapnya sesaat setelah aku berdiri dihadapannya. Matanya terus berusaha untuk melihat pria yang tadi aku temui.

“Bukan siapa-siapa. Apa kau mendengar percakapan kami tadi?”Tanyaku masih dengan nafas yang terengah-engah karena berlari tadi.

“Tidak, aku tidak mendengar apa-apa. Aku baru bangun tadi dan saat aku melihat keluar jendela kau sedang berbicara padanya. Lagi pula mana mungkin aku bisa mendengar percakapan kalian dari sini. Memang apa yang kalian bicarakan?”Hahh~ Syukurlah dia tidak mendengar apapun. Akhirnya jantungku bisa berdetak dengan normal lagi sekarang.

“Ah, tapi tadi aku mendengar dengan samar-samar kalau ada seseorang yang kau sukai. Siapa dia? Eoh? Siapa??”Lanjutnya dan membuatku mengalami serangan jantung untuk kedua kalinya malam ini. Bahkan nafasku pun sampai terhenti ketika mendengar pertanyaannya.

“A-Apa?! Jadi kau mendengarnya?! Kau pasti salah dengar! Mana mungkin ada orang yang aku sukai disini. Apa kau lupa? Tujuanku kemari itu untuk merebut kekuatanmu dan menjadi raja iblis, bukan untuk hal cinta-cintaan yang tidak penting!”Balasku dengan menggebu-gebu agar Ia percaya pada ucapanku. Tapi percuma saja, melihat ekspresi dan tatapan matanya yang mulai menunjukkan sikap jahilnya itu sepertinya dia tidak memperdulikan ucapanku sama sekali.

“Tidak kusangka baru satu bulan kau ada disini tapi kau sudah jatuh cinta pada seorang gadis? Heol~ Cepat katakan siapa dia. Apakah dia salah satu hantu perempuan disini? Atau dia salah satu siswi SMA yang sering lewat didepan rumah kita? Hmm? Siapa?”Sudah kuduga ini pasti akan terjadi. Sambil berpangku tangan Ia menatapku dengan matanya yang berbinar-binar penuh rasa keingin tahuan itu. Dan aku pun hanya bisa tersenyum kecil saat melihatnya. Dasar gadis bodoh! Sampai kapanpun juga aku tidak akan bisa menjawab pertanyaan itu karena yang aku sukai itu adalah kau. Cih~ Sudahlah, setidaknya dia tidak tahu kalau orang yang aku sukai itu adalah dirinya sendiri. Lagi pula, aku yang seorang iblis dan dia yang seorang manusia tidak akan pernah bisa hidup berdampingan.

“Lupakan, itu tidak penting. Kembali tidur saja sana. Demammu bahkan belum turun sama sekali. Aku juga mau kekamarku untuk tidur.”Ucapku lalu pergi berlalu meninggalkannya yang masih menatapku dengan wajah penasarannya itu. Meskipun aku memberikan jawaban itu padanya, itu tidak akan berguna karena aku sudah ditolak lebih dulu bahkan sebelum aku mulai merasakan perasaan ini. Bukan olehnya, tapi oleh hukum alam yang ada didunia ini.

***

Perlahan, dengan langkah kaki gontaiku, aku berjalan menuju ruang makan untuk menemui Tuan Jang. Saat aku melirik ke arah jam dinding yang tergantung diruang tengah aku melihat ini sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Karena pengaruh demam semalam aku jadi kesiangan hari ini. Bahkan kalau saja perutku tidak berbunyi dari tadi aku pasti masih tidur sekarang. Kepalaku masih sakit tapi ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Saat aku mencapai meja makan aku pun langsung terduduk disana dan meraih segelas air putih yang ada didepanku untuk memulihkan kesadaranku.

“Nona, apakah anda sudah merasa baikan?”Tanya Tuan Jang segera setelah dia melihatku di ruang makan. “Ya, aku sudah jauh lebih baik sekarang. Mungkin aku akan masuk sekolah besok.”Jawabku lalu kembali meneguk air yang ada didepanku.

“Ah, baiklah. Tapi jangan memaksakan diri jika memang anda masih sakit. Apakah anda ingin makan sesuatu sekarang?”

“Ne~ Perutku sudah berbunyi dari tadi.”Ucapku dan dibalas oleh senyuman tipis oleh Tuan Jang kemudian dia langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan sarapanku yang agak kesiangan ini.

Tik… Tik… Tik… Aku mendengar suara detikan jam yang ada di ruang makan ini. Hmm, aneh, kenapa sepi sekali? Situasi macam apa ini? Sejak kapan tempat ini menjadi sunyi sejak kedatangan iblis sialan itu? Biasanya dia pasti akan langsung menyerbuku dan melakukan hal-hal konyol untuk membuatku kesal, tapi dia sama sekali belum terlihat sampai sekarang .Dan lagi, ini sudah jam 10, kenapa tidak ada reaksi sama sekali?

Sambil menunggu Tuan Jang yang sedang memasakkan bubur untukku, aku memutuskan berkeliling rumah untuk mencarinya. Mulai dari halaman, ruang meditasi, sampai ruang bawah tanah pun aku telusuri tapi aku tetap tidak menemukannya dimana pun. Sebenarnya dia pergi kemana? Saat aku sampai di depan kamar Kyuhyun, aku bertemu dengan Heo Joon yang merupakan salah satu teman sekamarnya dan tentunya aku langsung bertanya, mungkin saja dia akan tahu.

“Heo Joon-ah, apa kau melihat Kyuhyun?”Tanyaku. “Ah, Maaf, nona. Dari tadi pagi aku tidak melihatnya.”

“Hmm, baiklah. Kalau begitu aku akan keatas.”Aneh! Ini sangat aneh! Sebenarnya dia pergi kemana? Kenapa aku tidak bisa menemukannya dimana pun? Apa ini ada kaitannya dengan pria yang Ia temui saat fajar tadi?

Aku pun memutuskan untuk kembali ke ruang makan dan menanyakannya pada Tuan Jang. Ia memintaku untuk menunggu disana dan pergi masuk ke ruangannya yang ada dipojok rumah ini. Saat Ia kembali, Tuan Jang membawa sebuah surat beramplop coklat ditangannya lalu memberikannya padaku.

“Tadi pagi sebelum Nona bangun, Kyuhyun menitipkan ini pada Saya dan mengatakan kalau dia akan kembali ke negeri iblis.”

“Dia kembali ke negeri iblis? Kenapa tiba-tiba sekali?”Ujarku lalu segera membaca surat yang ada ditanganku.

Untuk Sung Ah

Sung Ah-ya, aku sudah kembali ke wujud iblisku karena kekuatanmu sedang melemah dan jimat yang kau pakaikan padaku menjadi tidak berguna sama sekali. Aku akan pulang ke negeriku.

“Cih~ Apa-apaan ini? Dasar bodoh… Ini memo, bukan surat. Mana ada yang menuliskan surat perpisahan sesingkat ini.”Gumamku sambil menatap surat yang ada ditanganku.

“Apakah anda baik-baik saja, Nona?”Tanya Tuan Jang saat melihatku yang tidak sengaja terdiam beberapa saat.

“Hmm? Ne, aku baik-baik saja. Woah~ Seperti biasa, masakanmu memang selalu yang terbaik, Tuan Jang!”Aku pun langsung mengalihkan topik pembicaraan dan menyantap semangkuk bubur abalone didepanku dengan lahapnya. Setelah itu aku segera menuju kamarku dan mengunci pintunya dari dalam. Sejenak aku kembali berdiri terdiam sambil bersandar di pintu yang ada dibelakangku.

“Tck, akhirnya dia pergi juga. Hah~ Selamat datang hari-hari tenangku. Aku benar-benar merindukan kalian”Dengan sedikit berjinjit aku pun berlari-lari kecil kegirangan di tengah kamarku sambil tetap menggenggam surat yang ditulis oleh Kyuhyun itu.

“Mulai sekarang tidak ada lagi yang akan menarik ikat rambutku saat aku sedang menjemur pakaian. Tidak akan ada lagi yang akan menjitak kepalaku. Tidak ada lagi yang akan tiba-tiba mengagetkanku saat aku sedang fokus pada sesuatu, tidak akan ada lagi—“Tiba-tiba kakiku terhenti. Dadaku terasa amat sesak dan entah sejak kapan air mata mulai menetes dipipiku. Bahkan aku tidak bisa menahan suara isakan yang keluar dari mulutku ini.

“Apa-apaan ini? Kenapa aku menangis? Aish! Menyebalkan!”Rutukku sambil terus mengusap air mata yang tidak mau berhenti dari tadi.

“Sial! Kenapa aku bisa jadi seperti ini? Lagi pula mau dia ada disini atau tidak itu kan sama saja. Cih~ Ini tidak adil! Kenapa aku harus jatuh cinta pada seseorang yang memberikan memo sebagai pesan perpisahan? Dasar bodoh! Kau benar-benar bodoh Bok Sung Ah!”Dengan kesal aku pun melemparkan surat itu keluar jendela. Entah kenapa aku tidak bisa menghentikan perasaan ini. Bahkan setelah seharian menangis, dadaku masih terasa sesak. Dasar iblis kurang ajar! Berani sekali dia membuatku menjadi seperti ini. Lihat saja, jika aku bertemu dengannya lagi aku akan membunuhnya! Tidak akan ada yang namanya kesempatan kedua ataupun ketiga! Aku benar-benar akan menghabisinya kali ini!

***

Satu bulan telah berlalu sejak kejadian itu dan seperti tidak terjadi apa-apa, Sung Ah tetap menjalani kehidupannya seperti biasa. Ia mengobati para hantu, berkeliling kota Seoul untuk memusnahkan arwah-arwah jahat yang berkeliaran dan melakukan ritual pengusiran roh jika ada yang menginginkannya. Bahkan sekarang dia sedang menjemur pakaian di halaman belakang rumahnya.

Tetapi tiba-tiba Ia merasakan sebuah kekuatan besar yang menembus masuk kedalam segel yang dibuatnya. Dan saat Ia menoleh kebelakang, Ia melihat seorang laki-laki berjubah hitam dengan ikat kepala bercorakkan naga emas sedang menatapnya. Tatapan mata yang tajam tapi sama sekali tidak mengintimidasi itu terus menelusuri penampilan Sung Ah dari atas sampai kebawah.

“Woah~ memang tidak ada manusia lain yang bisa menandingi cara berpakaianmu itu. Jadi, bagaimana kabarmu nona Ghost’s Healer?”Ucapnya lalu tersenyum sambil menatap langsung kemata Sung Ah.

“Kau…”

TO BE CONTINUED…

Advertisements

Don't be a silent reader, please!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s